Basarnas Bengkulu telusuri Pulau Enggano cari jurnalis hilang
Basarnas Bengkulu Perluas Pencarian Kapal Hilang hingga Pesisir Pulau Enggano
Kabarsatunusa.com – Tim pencarian dan pertolongan di Bengkulu menyisir pesisir Pulau Enggano, Kabupaten Bengkulu Utara, dalam upaya menemukan kapal cepat yang membawa delapan orang dan dilaporkan hilang di kawasan Selat Sunda, Pandeglang, Banten. Delapan orang tersebut terdiri atas lima jurnalis serta tiga awak kapal yang sedang menjalankan peliputan aktivitas Anak Gunung Krakatau.
Pencarian di Enggano menjadi bagian dari upaya menelusuri kemungkinan jejak korban maupun kapal di wilayah perairan dan garis pantai. Kondisi laut yang luas membuat pencarian tidak hanya dilakukan dari perairan, tetapi juga membutuhkan pemeriksaan titik-titik pesisir yang mungkin menjadi lokasi ditemukannya benda, kapal, atau korban.
“Memang benar saat ini kami melakukan penyisiran darat di kawasan pesisir Pulau Enggano, Kabupaten Bengkulu Utara untuk melakukan pencarian terhadap lima jurnalis dan tiga awak kapal yang hilang saat meliput aktivitas Anak Gunung Krakatau,” kata Kepala Kantor Basarnas Bengkulu Muslikun Sodik di Kota Bengkulu, Rabu.
Penyisiran dari Dermaga Malakoni hingga Banjarsari
Muslikun Sodik menjelaskan personel Basarnas Bengkulu telah melakukan pencarian melalui jalur darat. Rute penyisiran mencakup kawasan dari Dermaga Malakoni menuju Banjarsari di Pulau Enggano.
Selain pemeriksaan darat, Basarnas juga menyiapkan pencarian menggunakan rigid inflatable boat atau RIB. Perahu tersebut direncanakan diberangkatkan dari Kota Bengkulu menuju Enggano dengan Kapal Pulo Tello. Penggunaan RIB diharapkan dapat membantu tim menjangkau area pesisir dan perairan dekat pulau yang memerlukan pemeriksaan lebih rinci.
Operasi ini memperlihatkan pentingnya koordinasi antara unsur pencarian di laut, pemeriksaan pantai, serta dukungan transportasi menuju pulau. Pulau Enggano berada di Kabupaten Bengkulu Utara dan memerlukan akses penyeberangan untuk pengiriman personel maupun peralatan pencarian dari Kota Bengkulu.
Jenazah Tanpa Identitas Diuji DNA
Di tengah operasi pencarian tersebut, aparat juga menangani penemuan jenazah tanpa identitas di Pulau Enggano. Kepolisian Daerah Bengkulu telah mengirim sampel DNA jenazah itu ke Pusat Kedokteran dan Kesehatan Kepolisian Negara Republik Indonesia di Mabes Polri untuk proses pencocokan.
“Terkait pencocokan DNA jadi untuk jenazah yang ditemukan di Pulau Enggano Kabupaten Bengkulu Utara saat ini sudah dikirimkan sampel DNA nya ke Pusdokkes Mabes Polri untuk dicocokkan,” ujar Kabid Humas Polda Bengkulu Kombes Pol Imam Wijayanto.
Pemeriksaan forensik dilakukan untuk memastikan identitas jenazah sekaligus menelusuri kemungkinan kaitannya dengan hilangnya lima jurnalis dan tiga kru kapal. Hasil autopsi dan pencocokan DNA juga diharapkan dapat menjawab penyebab kematian secara lebih pasti.
“Untuk waktunya berapa lamanya kita masih menunggu nanti setelah hasil akan kita sampaikan kembali,” kata Imam Wijayanto.
Penyidik telah melakukan pemeriksaan awal dan mendapati bahwa jenazah tersebut bukan warga setempat maupun penduduk asli Pulau Enggano. Temuan itu membuat proses identifikasi melalui jalur forensik menjadi penting, terutama karena identitas korban belum dapat dipastikan melalui pengenalan dari lingkungan sekitar.
Evakuasi Jenazah ke Kota Bengkulu
Jenazah tanpa identitas itu telah dievakuasi dari Enggano menuju Kota Bengkulu. Muslikun Sodik menyampaikan bahwa penerbangan dilakukan dengan pesawat Susi Air dari Bandara Enggano menuju Bandara Fatmawati Soekarno pada Senin, 14 September, pukul 07.58 WIB.
Dua petugas kepolisian mendampingi proses pengangkutan jenazah tersebut. Setelah tiba di Kota Bengkulu, jenazah dibawa untuk menjalani autopsi sebagai bagian dari langkah identifikasi dan penyelidikan penyebab kematian.
Penemuan awal jenazah terjadi pada Sabtu, 12 September, di Pesisir Sawang Bengkok, Desa Khayapu, Pulau Enggano, Kabupaten Bengkulu Utara, Provinsi Bengkulu. Basarnas Bengkulu menerima informasi mengenai adanya mayat tanpa identitas di lokasi tersebut sebelum proses evakuasi dan pemeriksaan lebih lanjut dilakukan.
Pencarian Tetap Berjalan Sambil Menunggu Kepastian Forensik
Penyisiran pesisir Pulau Enggano dan pemeriksaan DNA berjalan dalam dua jalur yang saling melengkapi. Tim pencarian berfokus menelusuri kemungkinan keberadaan kapal cepat serta delapan orang yang hilang, sedangkan aparat kepolisian mendalami identitas jenazah yang ditemukan di pulau tersebut.
Bagi keluarga dan rekan delapan orang yang hilang, kepastian dari hasil identifikasi forensik menjadi bagian penting dari penanganan peristiwa ini. Namun, hasil pemeriksaan DNA masih menunggu proses dari Pusdokkes Mabes Polri.
Basarnas Bengkulu tetap melanjutkan pencarian dengan menempatkan perhatian pada wilayah pesisir Enggano, jalur darat dari Malakoni ke Banjarsari, serta penggunaan RIB yang akan dikirim dari Kota Bengkulu. Langkah-langkah itu dilakukan untuk memperluas area pemeriksaan terhadap kemungkinan petunjuk yang berkaitan dengan kapal dan para penumpangnya.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Basarnas Bengkulu telusuri Pulau Enggano cari?Basarnas Bengkulu telusuri Pulau Enggano cari is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Basarnas Bengkulu telusuri Pulau Enggano cari matter?Basarnas Bengkulu telusuri Pulau Enggano cari matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.