KabarSatuNusa
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Kemenkeu realisasikan Rp3,58 triliun untuk Sekolah Rakyat di Jatim

Published September 16, 2026 · Updated September 16, 2026 · By Jennifer Miller - kabarsatunusa.com

Foto : Jennifer Miller - kabarsatunusa.com

Realisasi Anggaran Sekolah Rakyat Jatim Capai Rp3,58 Triliun hingga Agustus 2026

Kabarsatunusa.com – Pembangunan Sekolah Rakyat di Jawa Timur memasuki tahap akhir di sebagian besar lokasi. Hingga Agustus 2026, belanja untuk program tersebut telah mencapai Rp3,58 triliun, setara 93,5 persen dari total pagu anggaran senilai Rp3,83 triliun.

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Kementerian Keuangan Jawa Timur, Saiful Islam, menyampaikan bahwa serapan anggaran itu mencerminkan kemajuan pembangunan fasilitas pendidikan di berbagai kabupaten dan kota. Program ini ditujukan untuk menyiapkan ruang belajar bagi peserta didik pada jenjang SD, SMP, hingga SMA.

“Progres pembangunan Sekolah Rakyat telah terealisasi Rp3,58 triliun,” kata Saiful Islam dalam Media Briefing di Surabaya, Jawa Timur, Rabu.

Dari 18 lokasi yang menjadi prioritas pembangunan pada 2026, proyek di 14 kabupaten dan kota telah mencapai penyelesaian penuh. Sekolah-sekolah tersebut juga sudah mulai melaksanakan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah atau MPLS secara bertahap pada Juni, Juli, dan Agustus 2026.

Empat Lokasi Hampir Rampung

Empat daerah lainnya masih menjalani proses penyelesaian pekerjaan, namun progresnya telah mendekati 100 persen. Pembangunan di Kabupaten Madiun tercatat mencapai 98,66 persen, disusul Pacitan sebesar 98,87 persen. Di Kabupaten Ngawi, progres fisik berada pada angka 98,55 persen, sedangkan Nganjuk telah mencapai 98,5 persen.

Capaian tersebut menunjukkan bahwa mayoritas pembangunan telah memasuki fase penyempurnaan sebelum fasilitas digunakan secara penuh. Penyelesaian proyek di empat wilayah itu akan melengkapi jaringan Sekolah Rakyat yang direncanakan tersebar di sejumlah kawasan Jawa Timur.

Wilayah yang pembangunan Sekolah Rakyatnya telah selesai meliputi Surabaya, Gresik, Sampang, Kota Kediri, Jombang, Kabupaten Kediri, Tuban, Kota Pasuruan, Kabupaten Pasuruan, Jember, Trenggalek, Malang, Blitar, dan Banyuwangi.

Sementara itu, pembagian pengerjaan pembangunan 18 lokasi dilakukan melalui empat paket. Paket pertama mencakup lima sasaran, yakni Kabupaten Sampang, Kota Surabaya, Kabupaten Gresik, Kabupaten Tuban, serta Kabupaten Tuban. Paket kedua menangani Kabupaten Nganjuk, Ngawi, Pacitan, dan Madiun.

Paket ketiga difokuskan pada Kabupaten Pasuruan, Kota Pasuruan, Kabupaten Kediri, serta Kota Kediri. Adapun paket keempat meliputi Kabupaten Malang, Blitar, Trenggalek, Banyuwangi, dan Jember.

Fasilitas Olahraga di Enam Sekolah

Selain bangunan utama untuk kegiatan pendidikan, sejumlah lokasi juga memperoleh sarana pendukung. Enam Sekolah Rakyat di Jawa Timur dilengkapi lintasan atletik atau athletic track, yaitu di Sampang, Tuban, Kabupaten Kediri, Kota Pasuruan, Jember, dan Banyuwangi.

Ketersediaan fasilitas olahraga menjadi bagian penting dalam lingkungan sekolah karena aktivitas peserta didik tidak hanya berlangsung di dalam ruang kelas. Keberadaan lintasan tersebut memberi ruang bagi kegiatan fisik dan pembinaan olahraga di area sekolah yang dibangun.

Pembangunan program ini juga memberikan dampak pada penyerapan tenaga kerja. Sebanyak 58.898 pekerja terlibat dalam pelaksanaan proyek Sekolah Rakyat di Jawa Timur. Keterlibatan tenaga kerja dalam jumlah besar memperlihatkan bahwa proyek konstruksi pendidikan ini turut menggerakkan kegiatan padat karya selama masa pembangunan berlangsung.

Kapasitas untuk Ribuan Peserta Didik

Secara keseluruhan, Sekolah Rakyat di Jawa Timur memiliki kapasitas untuk menampung 6.731 siswa yang mengikuti MPLS. Daya tampung tersebut terdiri atas 1.101 siswa jenjang sekolah dasar, 2.413 siswa tingkat sekolah menengah pertama, dan 2.857 siswa sekolah menengah atas.

Angka kapasitas ini menggambarkan skala layanan pendidikan yang disiapkan melalui pembangunan di berbagai daerah. Penyebaran sekolah pada sejumlah kabupaten dan kota juga membuat fasilitas tidak terkonsentrasi di satu wilayah saja, melainkan hadir di kawasan pesisir, perkotaan, hingga daerah selatan Jawa Timur.

Dengan 14 lokasi sudah selesai dan empat daerah tersisa berada di atas 98 persen, pelaksanaan program di Jawa Timur kini berada pada tahap yang sangat menentukan. Penyelesaian pekerjaan fisik perlu berjalan seiring dengan kesiapan lingkungan belajar, agar fasilitas yang dibangun dapat segera menunjang pelaksanaan pendidikan bagi siswa yang telah memulai masa pengenalan sekolah.

Realisasi Rp3,58 triliun dari pagu Rp3,83 triliun menandai besarnya kebutuhan pembiayaan untuk membangun sarana pendidikan dalam skala lintas wilayah. Saat pembangunan tuntas, jaringan Sekolah Rakyat tersebut diharapkan menjadi bagian dari kesiapan layanan pendidikan bagi ribuan siswa di Jawa Timur pada tahun 2026.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Kemenkeu realisasikan Rp3 58 triliun?

Kemenkeu realisasikan Rp3 58 triliun is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Kemenkeu realisasikan Rp3 58 triliun matter?

Kemenkeu realisasikan Rp3 58 triliun matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.