KabarSatuNusa
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

UNICEF desak anak-anak jadi prioritas utama dalam pemulihan di Suriah

Published Oktober 2, 2026 · Updated Oktober 2, 2026 · By Thomas Rodriguez - kabarsatunusa.com

Foto : Thomas Rodriguez - kabarsatunusa.com

UNICEF mendorong pemulihan Suriah yang menempatkan anak-anak di garis depan

Kabarsatunusa.com – Arus kepulangan warga Suriah menghadirkan kebutuhan mendesak untuk memulihkan layanan dasar, terutama bagi anak-anak yang telah lama hidup di tengah dampak konflik. Direktur Eksekutif Dana Anak-anak PBB (UNICEF) Catherine Russell meminta agar kepentingan anak-anak ditempatkan sebagai fokus utama dalam proses pemulihan negara tersebut.

Seruan itu disampaikan UNICEF pada Kamis (1/10), setelah Russell menjalani kunjungan tiga hari ke Suriah. Kunjungan tersebut berlangsung saat banyak keluarga mulai kembali dari pengungsian di luar negeri maupun dari wilayah lain di dalam Suriah.

Bagi keluarga yang pulang, kepulangan bukan sekadar kembali ke kampung halaman. Mereka juga harus menghadapi kondisi sekolah yang rusak, fasilitas kesehatan yang terbatas, pasokan air yang terganggu, serta infrastruktur publik yang belum pulih sepenuhnya setelah konflik berkepanjangan.

Kesehatan, pendidikan, dan air menjadi kebutuhan mendasar

Russell menekankan pentingnya memperbesar investasi pada layanan kesehatan, pendidikan, dan air bersih. Tiga sektor tersebut menjadi penopang utama bagi anak-anak dan keluarga yang berusaha memulai kembali kehidupan di daerah asalnya.

Pemulihan layanan kesehatan dibutuhkan agar anak-anak dapat memperoleh perawatan penting, termasuk dukungan gizi dan pencegahan penyakit. Pada saat yang sama, akses terhadap air bersih memiliki kaitan langsung dengan kesehatan keluarga, kebersihan lingkungan, dan kemampuan komunitas untuk kembali menjalankan kehidupan sehari-hari.

Pendidikan juga menjadi bagian penting dari pemulihan jangka panjang. Sekolah bukan hanya tempat belajar, melainkan ruang yang membantu anak membangun kembali rutinitas, hubungan sosial, dan harapan untuk masa depan. Ketika sekolah tidak dapat beroperasi, dampaknya dapat meluas hingga ke peluang anak untuk melanjutkan pendidikan dan berkembang secara aman.

Dalam pertemuan dengan pejabat Suriah serta mitra terkait, Russell membahas kebutuhan keluarga yang kembali, langkah memulihkan layanan vital, dan peningkatan dukungan bagi anak-anak serta remaja. UNICEF kembali menyatakan komitmennya untuk mendampingi anak-anak dan generasi muda di berbagai wilayah Suriah.

Jutaan warga mulai kembali, tetapi pengungsian masih berlangsung

Sejak Desember 2024, sekitar 1,67 juta pengungsi Suriah diperkirakan telah pulang dari negara-negara tetangga. Selain itu, sekitar 1,9 juta warga yang sebelumnya mengungsi di dalam negeri juga telah kembali, dan banyak di antaranya menuju wilayah asal masing-masing.

Angka tersebut menunjukkan adanya perpindahan besar penduduk menuju komunitas yang masih berupaya bangkit. Namun, kepulangan itu tidak berarti seluruh persoalan kemanusiaan telah selesai. Jutaan warga Suriah masih berada dalam situasi pengungsian, sehingga kebutuhan perlindungan dan bantuan tetap sangat besar.

Komunitas penerima kepulangan menghadapi tekanan tambahan karena layanan publik telah terbebani sebelum jumlah penduduk bertambah. Ketika banyak keluarga kembali dalam waktu berdekatan, sekolah, pusat kesehatan, serta jaringan air harus mampu melayani lebih banyak orang di tengah kondisi sarana yang belum sepenuhnya pulih.

Keadaan ini membuat perencanaan pemulihan perlu memperhitungkan kebutuhan anak sejak awal. Anak-anak tidak dapat menunggu sampai pembangunan infrastruktur selesai seluruhnya untuk memperoleh pendidikan, layanan medis, makanan bergizi, air aman, dan perlindungan yang layak.

Kebutuhan anak-anak masih sangat besar

Situasi kemanusiaan di Suriah masih menempatkan jutaan anak dalam kondisi rentan. UNICEF mencatat 7,5 juta anak membutuhkan bantuan kemanusiaan. Angka ini menggambarkan besarnya tantangan yang tidak hanya berkaitan dengan tempat tinggal, tetapi juga kebutuhan sehari-hari yang menopang keselamatan dan perkembangan mereka.

Sekitar 2,45 juta anak tidak bersekolah. Hambatan pendidikan tersebut diperparah oleh hampir 8.000 sekolah yang tidak berfungsi. Bagi anak-anak yang telah mengalami perpindahan berkali-kali atau hidup dalam ketidakpastian, hilangnya akses belajar dapat memperpanjang dampak konflik ke masa depan.

Tantangan gizi juga memerlukan perhatian khusus. Sekitar 500.000 anak berusia di bawah lima tahun terdampak malanutrisi yang mengancam nyawa. Kondisi ini menunjukkan pentingnya layanan kesehatan primer, pemeriksaan gizi, bantuan bagi keluarga, dan akses yang lebih baik terhadap kebutuhan dasar.

Anak-anak usia dini termasuk kelompok yang sangat bergantung pada lingkungan keluarga dan layanan publik. Gangguan pada air bersih, pangan, fasilitas kesehatan, atau tempat tinggal dapat memengaruhi keselamatan mereka secara langsung. Karena itu, pemulihan layanan dasar memiliki arti yang sangat nyata bagi kehidupan sehari-hari keluarga yang kembali.

Pemulihan perlu menjangkau komunitas asal

Banyak keluarga kini kembali ke daerah yang mengalami kerusakan berat selama bertahun-tahun. Sekolah, klinik, jaringan distribusi air, dan infrastruktur penting lainnya terkena dampak konflik, sementara pemulihannya membutuhkan dukungan berkelanjutan.

Prioritas terhadap anak-anak berarti memastikan kebutuhan mereka tidak tersisih ketika program pemulihan berjalan. Layanan yang dapat diakses, aman, dan berfungsi di tingkat komunitas akan membantu keluarga membangun kembali kehidupan dengan lebih stabil.

Seruan UNICEF menegaskan bahwa pemulihan Suriah tidak hanya diukur dari bangunan yang diperbaiki atau warga yang pulang. Keberhasilannya juga bergantung pada apakah anak-anak dapat kembali belajar, tumbuh sehat, memperoleh air bersih, dan menjalani masa depan dengan perlindungan yang mereka perlukan.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is UNICEF desak anak anak jadi prioritas?

UNICEF desak anak anak jadi prioritas is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does UNICEF desak anak anak jadi prioritas matter?

UNICEF desak anak anak jadi prioritas matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.