KabarSatuNusa
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Qatar peringatkan dampak gangguan pelayaran di Bab al-Mandab

Published September 17, 2026 · Updated September 17, 2026 · By Sandra Garcia - kabarsatunusa.com

Foto : Sandra Garcia - kabarsatunusa.com

Qatar Soroti Risiko Gangguan Baru di Jalur Laut Bab al-Mandab

Kabarsatunusa.com – Qatar menyampaikan peringatan atas kemungkinan terganggunya pelayaran di Selat Bab al-Mandab, ketika penutupan Selat Hormuz telah lebih dahulu menimbulkan tekanan bagi jalur perdagangan dan pergerakan kapal internasional. Doha menilai gangguan pada dua titik perairan penting tersebut tidak boleh dianggap sebagai kondisi yang wajar atau berkelanjutan.

Pernyataan itu disampaikan Direktur Departemen Media dan Komunikasi Kementerian Luar Negeri Qatar, Ibrahim bin Sultan Al-Hashmi, dalam taklimat mingguan kementerian. Ia menekankan bahwa akses terhadap koridor laut internasional memiliki arti besar, bukan hanya bagi negara-negara di kawasan Teluk, tetapi juga bagi perdagangan dunia secara lebih luas.

“Pemblokiran jalur perairan dan koridor perairan internasional tidak dapat dijadikan keadaan normal baru. Dan pemblokiran tersebut juga tidak dapat diterima oleh Qatar maupun komunitas internasional,” kata Ibrahim bin Sultan Al-Hashmi.

Tekanan pada Dua Selat Strategis

Selat Hormuz dan Bab al-Mandab sama-sama berada di kawasan yang memiliki peran penting bagi konektivitas maritim internasional. Selat Hormuz dikenal sebagai rute utama di kawasan Teluk, sedangkan Bab al-Mandab menghubungkan Laut Merah dengan Teluk Aden. Gangguan pada salah satu jalur tersebut dapat memaksa kapal mempertimbangkan perubahan rute, memperpanjang perjalanan, dan meningkatkan ketidakpastian bagi pengiriman barang.

Al-Hashmi menyatakan bahwa dampak penutupan Selat Hormuz sudah cukup dirasakan dunia. Karena itu, Qatar tidak ingin persoalan serupa meluas hingga menghambat pelayaran di Bab al-Mandab. Bagi Doha, kebebasan navigasi dan kelancaran perdagangan merupakan kepentingan bersama yang perlu dijaga melalui upaya politik dan diplomatik.

“Dunia sudah cukup menderita akibat penutupan Selat Hormuz, sehingga kita juga tidak dapat membiarkan pelayaran melalui Selat Bab al-Mandab turut terganggu,” ujar Al-Hashmi.

Peringatan tersebut muncul setelah kelompok Houthi Yaman menguasai sejumlah lokasi penting di wilayah pesisir. Pada 10 September, kelompok itu merebut Mocha, sebuah kota pelabuhan yang strategis. Sehari kemudian, Houthi bergerak ke arah selatan menuju kawasan Bab al-Mandab dan mengambil alih Pulau Mayun, yang terletak di tengah selat tersebut.

Penguasaan Pulau Mayun memperkuat posisi Houthi di sekitar titik sempit jalur laut yang menghubungkan Laut Merah dan Teluk Aden. Letaknya membuat perkembangan di kawasan itu menjadi perhatian banyak pihak, sebab perairan tersebut digunakan oleh kapal-kapal internasional yang melintas antara kawasan Mediterania, Laut Merah, Samudra Hindia, dan berbagai pelabuhan di Asia maupun Timur Tengah.

Houthi Nyatakan Pelayaran Internasional Tetap Aman

Setelah perkembangan di Mocha dan Pulau Mayun, Houthi menyatakan bahwa kapal internasional tetap dapat melintas dengan bebas, aman, dan lancar melalui Bab al-Mandab. Namun, kelompok tersebut tetap memberlakukan larangan maritim terhadap kapal-kapal Arab Saudi, sesuai kebijakan yang mereka umumkan pada 20 Juli.

Perbedaan perlakuan terhadap kapal internasional dan kapal Arab Saudi memperlihatkan bahwa situasi maritim di kawasan itu tetap terkait erat dengan dinamika konflik regional. Meskipun terdapat jaminan mengenai kelancaran pelayaran internasional, perhatian terhadap keamanan rute laut tetap tinggi karena Bab al-Mandab merupakan lintasan strategis dengan ruang manuver terbatas bagi kapal yang melaluinya.

Bagi pelaku perdagangan dan negara-negara pengguna jalur laut, kepastian mengenai keamanan rute memiliki nilai penting. Gangguan pelayaran tidak hanya berkaitan dengan pergerakan kapal, tetapi juga dapat memengaruhi jadwal logistik, biaya pengangkutan, dan ketersediaan barang di berbagai pasar. Karena itu, Qatar menempatkan isu ini dalam kerangka kepentingan global, bukan semata persoalan antarnegara di kawasan.

Doha Tekankan Diplomasi dan Dialog

Qatar kembali menyatakan dukungannya terhadap diplomasi, dialog, serta penyelesaian damai bagi berbagai konflik regional. Al-Hashmi menilai perundingan tetap menjadi jalan yang paling memungkinkan untuk meredakan ketegangan dan mencegah dampak konflik semakin meluas ke sektor perdagangan maupun transportasi laut.

Ia juga menanggapi pertanyaan mengenai upaya mempertemukan negara-negara Teluk dengan Iran, setelah rencana pertemuan regional tentang Selat Hormuz di Oman mengalami penundaan. Dalam penjelasannya, Al-Hashmi menggarisbawahi bahwa kebebasan pelayaran dan perdagangan merupakan kebutuhan penting bagi Qatar serta komunitas internasional.

“Berbagai upaya sedang dilakukan. Upaya-upaya tersebut tidak berhenti dan tidak akan berhenti,” imbuh Al-Hashmi.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa Doha masih mendorong ruang komunikasi di tengah ketegangan yang melibatkan sejumlah pihak regional. Pertemuan dan perundingan dipandang penting untuk mencari langkah yang dapat melindungi jalur perdagangan, mengurangi risiko salah perhitungan, serta menjaga agar konflik tidak semakin menghambat aktivitas sipil dan ekonomi lintas negara.

Krisis di kawasan akan menjadi salah satu perhatian utama delegasi Qatar pada Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa mendatang. Melalui forum tersebut, Qatar ingin menegaskan kembali perlunya dukungan internasional bagi penyelesaian politik dan perlindungan terhadap koridor perairan yang digunakan bersama.

Perkembangan di Selat Hormuz dan Bab al-Mandab memperlihatkan betapa eratnya hubungan antara stabilitas politik regional dengan kelancaran perdagangan global. Ketika ketegangan meningkat di dekat jalur laut strategis, dampaknya dapat menjangkau negara-negara yang letaknya jauh dari kawasan konflik. Karena itu, seruan Qatar untuk mempertahankan kebebasan pelayaran menjadi bagian dari dorongan yang lebih luas agar jalur laut internasional tidak berubah menjadi arena gangguan berkepanjangan.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Qatar peringatkan dampak gangguan pelayaran di Bab?

Qatar peringatkan dampak gangguan pelayaran di Bab is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Qatar peringatkan dampak gangguan pelayaran di Bab matter?

Qatar peringatkan dampak gangguan pelayaran di Bab matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.