Pakistan desak AS-Iran patuhi MoU Islamabad
Pakistan desak AS Iran patuhi MoU Islamabad demi stabilitas kawasan
Kabarsatunusa.com – Pakistan desak AS Iran patuhi Nota Kesepahaman atau MoU Islamabad yang dicapai pada Juni sebagai langkah untuk meredakan konflik di Timur Tengah. Presiden Pakistan Asif Ali Zardari meminta Amerika Serikat dan Iran menahan diri, menghormati komitmen yang telah dibuat, serta memilih dialog dan diplomasi untuk menangani perbedaan di antara mereka.
Seruan tersebut disampaikan Zardari pada Selasa (13/10) ketika menerima kunjungan Menteri Dalam Negeri Rusia Vladimir Kolokoltsev di Islamabad. Dalam pertemuan itu, Zardari menekankan bahwa penyelesaian damai diperlukan untuk mencegah ketegangan berkembang lebih jauh dan mengganggu kepentingan banyak negara di kawasan maupun dunia.
Keamanan Selat Hormuz dan Laut Merah jadi perhatian Pakistan
Dalam pernyataan Kantor Kepresidenan Pakistan, Zardari mengungkapkan keprihatinan mendalam terhadap meningkatnya ketegangan di Teluk. Ia menyoroti serangan terhadap lalu lintas laut, fasilitas energi, serta infrastruktur penting sebagai persoalan yang dapat membawa dampak luas bagi keamanan kawasan.
Pakistan desak AS Iran patuhi komitmen yang telah disepakati juga karena pentingnya menjaga jalur pelayaran internasional. Zardari menekankan perlunya navigasi maritim yang aman di Selat Hormuz dan Laut Merah, dua jalur yang penting bagi pergerakan perdagangan dan pasokan energi global.
Menurut Zardari, konflik yang berlanjut dapat menciptakan tantangan serius terhadap stabilitas regional, ketahanan energi dunia, perdagangan internasional, dan rantai pasokan. Ia juga menegaskan pentingnya penghormatan terhadap kedaulatan serta integritas teritorial seluruh negara sebagai dasar bagi terciptanya hubungan yang lebih damai.
Pakistan mendorong penyelesaian perbedaan melalui dialog dan diplomasi, sambil menekankan pentingnya keamanan jalur pelayaran di kawasan.
Kunjungan Mendagri Rusia dan peluang kerja sama Pakistan-Rusia
Kunjungan Kolokoltsev ke Pakistan berlangsung selama empat hari dan menjadi kunjungan pertamanya sebagai menteri dalam negeri Rusia ke negara Asia Selatan tersebut. Pertemuan dengan Zardari turut membahas hubungan antara Pakistan dan Rusia, termasuk peluang untuk memperluas hasil kerja sama bilateral.
Kolokoltsev menyatakan nilai perdagangan Pakistan-Rusia sebesar 243,4 juta dolar AS pada tahun fiskal 2025 masih belum mencerminkan potensi hubungan kedua negara. Menurut dia, terdapat ruang yang besar untuk meningkatkan perdagangan, dan niat baik para pemimpin perlu diterjemahkan menjadi hasil yang nyata.
Selain bertemu Presiden Zardari, Kolokoltsev melakukan pembicaraan dengan Menteri Dalam Negeri Pakistan Mohsin Naqvi. Keduanya membahas kerja sama untuk memerangi kejahatan terorganisasi, terorisme, ekstremisme, perdagangan senjata ilegal, perdagangan narkoba, serta kejahatan siber.
Kerja sama tersebut juga mencakup penanganan penipuan telepon, phishing, dan skema piramida mata uang kripto. Berdasarkan keterangan Kedutaan Besar Rusia di Islamabad, kolaborasi penegakan hukum Pakistan-Rusia didasarkan pada hubungan bilateral yang bersahabat dan saling menguntungkan. Kolokoltsev juga mengundang Zardari untuk berkunjung ke Rusia.
FAQ
Apa yang diminta Pakistan kepada AS dan Iran?
Pakistan meminta Amerika Serikat dan Iran menahan diri, mematuhi MoU Islamabad, serta menyelesaikan perbedaan melalui dialog dan diplomasi. Pakistan desak AS Iran patuhi kesepakatan tersebut untuk membantu menjaga stabilitas kawasan.
Mengapa Selat Hormuz dan Laut Merah penting?
Kedua jalur laut tersebut penting bagi pelayaran internasional, perdagangan, dan pasokan energi. Gangguan terhadap keamanan pelayaran dapat memengaruhi rantai pasokan serta ketahanan energi global.
Apa yang dibahas Pakistan dan Rusia dalam pertemuan tersebut?
Pakistan dan Rusia membahas peluang peningkatan perdagangan bilateral serta kerja sama penegakan hukum, termasuk pemberantasan terorisme, kejahatan terorganisasi, perdagangan ilegal, dan kejahatan siber.