Pengamat: Infrastruktur digital harus hasilkan transfer teknologi
Investasi Pusat Data Perlu Memperkuat Kapasitas Digital Nasional
Kabarsatunusa.com – Arus investasi ke sektor pusat data di Indonesia membuka peluang besar di tengah pesatnya ekonomi digital. Namun, pembangunan infrastruktur tersebut dinilai tidak cukup hanya diukur dari nilai modal yang masuk atau jumlah gedung data center yang berdiri. Investasi asing perlu memberi dampak nyata melalui penguasaan teknologi, peningkatan kemampuan tenaga kerja, serta keterlibatan pelaku usaha dalam negeri.
Pengamat telekomunikasi dan Direktur Eksekutif Indonesia ICT Institute, Heru Sutadi, menekankan bahwa pembangunan infrastruktur digital memang membutuhkan Foreign Direct Investment (FDI) atau penanaman modal asing (PMA). Kebutuhan dana yang besar, teknologi yang kompleks, dan kemampuan pengoperasian tingkat tinggi membuat dukungan modal internasional menjadi relevan bagi pengembangan sektor ini.
“Investasi asing perlu diarahkan pemerintah agar menghasilkan transfer teknologi, peningkatan kompetensi SDM dan nilai tambah ekonomi bagi Indonesia,” kata Heru di Jakarta, Selasa.
Nilai investasi bukan satu-satunya ukuran
Pusat data menjadi fondasi penting bagi berbagai aktivitas digital, mulai dari penyimpanan informasi, layanan komputasi, aplikasi daring, hingga pengolahan data bisnis. Karena itu, kebutuhan terhadap fasilitas tersebut terus meningkat seiring berkembangnya penggunaan layanan digital di Indonesia.
Meski demikian, Heru mengingatkan bahwa kebijakan investasi tidak seharusnya berhenti pada upaya menarik modal sebesar mungkin. Pemerintah perlu melihat mutu investasi dan manfaat jangka panjang yang dibawanya bagi perekonomian nasional.
Hal yang perlu diperhatikan mencakup penambahan kapasitas infrastruktur baru, penggunaan pekerja lokal, partisipasi perusahaan Indonesia dalam rantai pasok, kontribusi pajak di daerah, serta kemampuan investasi tersebut menciptakan ekosistem digital yang lebih luas.
“Yang lebih penting adalah kualitas investasinya, seperti apakah membangun kapasitas baru, apakah menggunakan tenaga kerja lokal, melibatkan perusahaan Indonesia, membayar pajak di daerah, serta menciptakan ekosistem digital baru,” ujar Heru.
Ukuran-ukuran tersebut penting karena pusat data bukan sekadar bangunan yang menampung server. Pengoperasiannya memerlukan keahlian teknis, sistem keamanan, manajemen jaringan, pengelolaan energi, dan pemeliharaan yang berkelanjutan. Apabila kompetensi tersebut berkembang di dalam negeri, manfaat investasi dapat meluas melampaui proyek fisik yang dibangun.
Transfer teknologi menjadi perhatian utama
Heru menilai FDI semestinya digunakan sebagai pengungkit kemampuan nasional. Kehadiran investor luar negeri dapat membuka kesempatan bagi tenaga profesional Indonesia untuk memperoleh pengalaman, pelatihan, dan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan industri digital modern.
Transfer teknologi juga berarti adanya proses pembelajaran yang memungkinkan perusahaan serta pekerja lokal terlibat lebih jauh dalam pembangunan dan pengoperasian infrastruktur. Dengan cara itu, Indonesia tidak hanya menjadi lokasi penempatan aset digital, tetapi turut membangun kemampuan untuk mengembangkan dan mengelola teknologi tersebut.
“FDI seharusnya menjadi pengungkit kemampuan nasional, bukan sekadar menjadikan Indonesia sebagai lokasi pembangunan gedung data center,” katanya menambahkan.
Pendekatan ini memberi arti penting pada hubungan antara investasi dan pembangunan sumber daya manusia. Keberadaan data center dapat menciptakan manfaat yang lebih kuat bila dibarengi kebutuhan terhadap tenaga kerja terampil, layanan pendukung, dan kemitraan dengan perusahaan nasional. Dampaknya tidak hanya berada pada investor, melainkan juga dapat menjangkau ekosistem digital yang tumbuh di sekitarnya.
Peluang pasar pusat data terus berkembang
Potensi tersebut menjadi salah satu alasan Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menawarkan peluang investasi data center kepada investor China. Penawaran itu disampaikan dalam Indonesia-China Partnership Forum di Jakarta pada Kamis, 23 Juli.
Deputi Bidang Pelayanan Penanaman Modal Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM Andi Maulana menyampaikan bahwa perkembangan pusat data merupakan peluang investasi yang menjanjikan. Forum bisnis tersebut dihadiri perwakilan dari 27 perusahaan China.
“Perkembangan data center atau pusat data menjadi salah satu peluang investasi yang sangat menjanjikan,” kata Andi dalam forum bisnis itu.
Prospek pasar Indonesia didorong oleh pertumbuhan ekonomi digital yang termasuk cepat di kawasan Asia Tenggara. Dalam paparan BKPM yang mengutip Mordor Intelligence, nilai pasar data center Indonesia diperkirakan mencapai sekitar 1,44 miliar dolar AS pada 2025. Angka itu diproyeksikan menjadi 1,83 miliar dolar AS pada 2026.
Dalam jangka lebih panjang, pasar pusat data Indonesia diperkirakan bernilai 3,48 miliar dolar AS pada 2031, dengan compound annual growth rate atau CAGR 13,71 persen. Pertumbuhan tersebut menunjukkan kebutuhan infrastruktur digital akan semakin besar dalam beberapa tahun mendatang.
Skala pasar global juga memperlihatkan arah yang sama. Nilai pasar data center dunia diperkirakan meningkat dari 386,71 miliar dolar AS pada 2025 menjadi 684,39 miliar dolar AS pada 2031.
Menjaga manfaat investasi bagi Indonesia
Pertumbuhan pasar menciptakan ruang bagi Indonesia untuk menarik investasi, tetapi arah kebijakannya menentukan seberapa besar manfaat yang tinggal di dalam negeri. Pembangunan fasilitas digital perlu dihubungkan dengan pengembangan talenta, keterlibatan industri lokal, dan penciptaan nilai ekonomi yang lebih luas.
Dengan perhatian pada kualitas investasi, proyek pusat data dapat menjadi bagian dari penguatan ekosistem digital nasional. Modal asing tetap memiliki peran penting, sementara transfer teknologi dan peningkatan kapasitas dalam negeri perlu ditempatkan sebagai hasil yang tidak kalah utama.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Pengamat?Pengamat is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Pengamat matter?Pengamat matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.