KabarSatuNusa
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Pemerintah meresmikan PATS Samosir guna irigasi 82 hektare sawah

Published Oktober 3, 2026 · Updated Oktober 3, 2026 · By James Thomas - kabarsatunusa.com

Foto : James Thomas - kabarsatunusa.com

PATS Sibonor Ompuratus Mulai Beroperasi, Sawah Samosir Didorong Panen Hingga Tiga Kali

Kabarsatunusa.com – Petani di Desa Sibonor Ompuratus, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara, kini memiliki dukungan irigasi baru melalui pengoperasian Pompa Air Tenaga Surya (PATS). Sistem ini memanfaatkan air dari Danau Toba untuk mengairi sekitar 82 hektare sawah, sekaligus membuka peluang peningkatan frekuensi tanam bagi 749 petani yang selama ini bergantung pada hujan.

Peresmian PATS dilakukan pemerintah bersama Kedutaan Besar Inggris untuk Indonesia. Kehadiran fasilitas tersebut menjadi langkah penting bagi lahan pertanian setempat, terutama karena petani sebelumnya umumnya hanya dapat menanam sekali dalam satu tahun akibat keterbatasan ketersediaan air.

Dengan sumber air yang lebih terjaga, lahan sawah diharapkan tidak lagi sepenuhnya menunggu musim hujan. Pompa ini dirancang menyalurkan air irigasi dari Danau Toba dengan kapasitas sekitar 1.900 meter kubik setiap hari.

Menambah kesempatan tanam dan hasil padi

Deputi Bidang Pangan, Sumber Daya Alam, dan Lingkungan Hidup Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas, Leonardo Adypurnama Alias Teguh Sambodo, menyampaikan bahwa sistem tersebut dapat membantu petani meningkatkan kegiatan budidaya dari satu kali menjadi dua atau tiga kali produksi dalam setahun.

“Pompa Air Tenaga Surya ini dapat meningkatkan produktivitas dari yang biasanya hanya satu kali produksi bisa menjadi dua sampai dengan tiga kali, dan tentu saja kami berharap dengan adanya ini dapat membawa dampak dalam meningkatkan kesejahteraan para petani,” ujar Leonardo saat peresmian operasional PATS di Samosir, Sabtu.

Target peningkatan produksi padi juga cukup besar. Volume panen tahunan yang sebelumnya sekitar 50 ton ditargetkan dapat naik menjadi 150 ton. Kenaikan tersebut sangat bergantung pada kemampuan sistem irigasi menjaga pasokan air untuk sawah secara lebih konsisten sepanjang masa tanam.

Bagi petani, kepastian air bukan hanya berkaitan dengan tambahan musim tanam. Air irigasi yang tersedia lebih stabil dapat membantu mereka menyusun jadwal pengolahan lahan, penanaman, dan pemeliharaan tanaman dengan lebih terukur. Dalam kawasan yang selama ini mengandalkan sawah tadah hujan, perubahan ini dapat mengurangi ketidakpastian ketika curah hujan tidak sesuai kebutuhan pertanian.

Menjawab kendala distribusi air

PATS Sibonor Ompuratus diproyeksikan menjadi jawaban atas persoalan gagal panen yang pernah dihadapi petani. Meski berada di kawasan Danau Toba, distribusi air ke lahan pertanian belum merata. Kondisi tanah pasir berlempung di wilayah tersebut juga menjadi tantangan tersendiri dalam pengelolaan air bagi sawah.

Melalui pemompaan dari Danau Toba, air dapat dialirkan menuju area pertanian yang membutuhkan. Keberadaan infrastruktur ini memperlihatkan bahwa kedekatan dengan sumber air belum otomatis menjamin terpenuhinya kebutuhan irigasi; diperlukan sistem untuk mengambil, menyalurkan, dan mengelola air agar manfaatnya sampai ke lahan produksi.

Pengoperasian fasilitas tersebut juga menempatkan pemeliharaan sistem sebagai bagian penting dari keberlanjutan program. Pemerintah Kabupaten Samosir dan Desa Sibonor berkomitmen mengoperasikan PATS serta menjaga konservasi lahan di kawasan hulu. Upaya konservasi relevan untuk mendukung keberlangsungan sumber daya air dan menjaga fungsi lingkungan di sekitar wilayah pertanian.

Energi surya menggantikan pompa berbahan bakar

Selain memperkuat irigasi, PATS menggantikan penggunaan pompa yang sebelumnya memakai pertalite. Peralihan ke tenaga surya diharapkan membuat kebutuhan energi untuk pengairan lebih efisien sekaligus menekan pemakaian bahan bakar fosil.

Penggunaan energi matahari tersebut diperkirakan mampu menurunkan emisi hingga 10,18 ton CO2e setiap tahun. Angka itu dikaitkan dengan pengurangan konsumsi bahan bakar fosil dalam kegiatan pemompaan air irigasi.

“PATS di Desa Sibonor Ompurotus ini akan menjadi contoh bagaimana upaya yang kita lakukan bersama nantinya akan mengurangi emisi 10,18 ton CO2 equivalent per tahun melalui efisiensi penggunaan bahan bakar fosil,” kata Leonardo.

Sistem pompa tenaga surya menunjukkan keterkaitan langsung antara ketahanan pangan, kebutuhan air, dan transisi energi. Saat kebutuhan irigasi dipenuhi dengan sumber energi yang lebih bersih, manfaat yang diharapkan tidak hanya berupa peningkatan hasil pertanian, tetapi juga pengurangan jejak emisi dari operasional pompa.

Deputi Development Director UK Foreign, Commonwealth & Development Officer (FCOD), Freddie Brunt, melihat fasilitas ini sebagai contoh penerapan energi bersih yang memberi manfaat ganda bagi pertanian dan lingkungan.

“Pompa air tenaga surya menunjukkan bagaimana energi bersih dapat memberikan berbagai manfaat sekaligus, meningkatkan ketahanan air untuk pertanian dan memperkuat pangan,” ujar Freddie Brunt.

Proyek percontohan senilai Rp5,7 miliar

Pembangunan PATS Sibonor Ompuratus menelan pembiayaan Rp5,7 miliar. Proyek ini menjadi bagian dari proyek percontohan inovasi teknologi rendah karbon dalam program Low Carbon Development Initiative (LCDI) fase 2.

Pelaksanaannya melibatkan sejumlah pihak dengan peran berbeda. Kementerian PPN/Bappenas bertugas mengoordinasikan program serta mengintegrasikan perencanaan di tingkat pusat dan daerah. Pemerintah Inggris melalui UK FCDO menyediakan pendanaan hibah, dengan OPML sebagai pengelola. Pemerintah Provinsi Sumatera Utara mengusulkan lokasi dan mengawal pelaksanaan, sementara pemerintah kabupaten serta pemerintah desa bertanggung jawab atas pengoperasian sistem di lapangan.

Keberhasilan PATS di Sibonor Ompuratus nantinya tidak hanya diukur dari jumlah air yang dipompa atau tambahan luas lahan yang terairi. Dampak utamanya akan terlihat dari kemampuan 749 petani memanfaatkan irigasi secara berkelanjutan, peningkatan hasil padi, serta terjaganya lahan dan sumber air di kawasan tersebut.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Pemerintah meresmikan PATS Samosir guna irigasi 82?

Pemerintah meresmikan PATS Samosir guna irigasi 82 is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Pemerintah meresmikan PATS Samosir guna irigasi 82 matter?

Pemerintah meresmikan PATS Samosir guna irigasi 82 matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.