KabarSatuNusa
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Bali angkat inisiatif kawasan rendah emisi di Pekan Iklim

Published Oktober 12, 2026 · Updated Oktober 12, 2026 · By James Thomas - kabarsatunusa.com

Foto : James Thomas - kabarsatunusa.com

Bali Siapkan Kawasan Rendah Emisi sebagai Sorotan Pekan Iklim 2026

Kabarsatunusa.com – Pemerintah Provinsi Bali akan menjadikan penetapan kawasan rendah emisi sebagai salah satu agenda penting dalam Pekan Iklim Bali 2026. Forum yang berlangsung pada 13–17 Oktober 2026 itu dirancang sebagai ruang pertemuan bagi pemerintah daerah, mitra pembangunan, organisasi masyarakat, dan lembaga internasional untuk membahas langkah nyata menghadapi perubahan iklim.

Kegiatan ini mengambil tema “Gerakan Iklim Daerah: Memaknai Transisi Berkeadilan untuk Semua”. Sanur, yang termasuk dalam wilayah rendah emisi yang baru ditetapkan, akan menjadi pusat rangkaian agenda utama. Peserta juga akan didorong memakai moda perjalanan yang lebih ramah lingkungan, seperti berjalan kaki, bersepeda, dan shuttle listrik Intaran.

Enam kawasan menuju target 2030

Enam area di Bali telah ditetapkan sebagai kawasan rendah emisi, yakni Ubud, Kepulauan Nusa Penida, Nusa Dua, Kuta, Sanur, serta Kawasan Cagar Budaya Gajah Mada di Kota Denpasar. Pelaksanaan program di wilayah tersebut akan dilakukan secara terukur sampai 2030.

Inisiatif ini lebih dulu diperkenalkan pada Hari Suci Tumpek Wayang, Sabtu (10/10), sebagai bagian dari semangat penghormatan terhadap alam semesta. Pemerintah daerah menempatkan langkah tersebut bukan hanya sebagai program lingkungan, melainkan juga sebagai arah pembangunan yang menyatukan keberlanjutan alam, budaya, dan kehidupan masyarakat.

“Ubud, Kepulauan Nusa Penida, Nusa Dua, Kuta, Sanur, serta Kawasan Cagar Budaya Gajah Mada Kota Denpasar merupakan kawasan yang ditetapkan, Kerthi Bhumi Satwika bukan sekadar nama kawasan melainkan perubahan arah pembangunan untuk memastikan keselarasan alam, budaya, dan manusia.”

Gubernur Bali Wayan Koster menilai daerah memiliki peran besar dalam menjawab tantangan iklim karena dampak perubahan lingkungan dirasakan langsung di tingkat lokal. Karena itu, upaya daerah perlu memperoleh dukungan pemerintah pusat, mitra pembangunan, dan lembaga internasional.

“Provinsi Bali dengan bangga menyelenggarakan Pekan Iklim Bali di kawasan rendah emisi Sanur sebagai wadah bagi setiap daerah untuk berbagi pandangan dan strategi dalam merespon perubahan iklim, daerah harus menjadi yang terdepan dalam mendorong aksi iklim dan harus didukung penuh oleh pemerintah pusat, mitra pembangunan, serta lembaga-lembaga internasional.”

Energi surya turut menjadi agenda

Pekan Iklim Bali 2026 juga akan membahas dukungan pemerintah daerah terhadap proyek penyediaan energi surya berskala besar di Bali. Kapasitas yang semula direncanakan mencapai 1.000 megawatt telah ditingkatkan menjadi 1.500 megawatt, seiring keseriusan dan percepatan pelaksanaan di daerah.

Saat ini, proses perizinan dan persetujuan suplai dari kementerian terkait masih berada dalam tahap penyelesaian. Pengembangan tenaga surya dipandang penting karena penyediaan energi bersih menjadi salah satu unsur utama dalam upaya menekan emisi dan memperkuat transisi energi.

Bagi Bali, pembentukan kawasan rendah emisi dan pengembangan energi bersih saling berkaitan. Kawasan yang lebih ramah lingkungan tidak hanya bergantung pada perubahan pola mobilitas, tetapi juga memerlukan dukungan sistem energi yang semakin bersih. Dengan kolaborasi kabupaten dan kota, pemerintah provinsi berharap kebijakan tersebut dapat memperkuat posisi Bali di tingkat nasional maupun internasional.

Manfaat bagi kesehatan, ekonomi, dan pariwisata

Komite Pengarah Koalisi Bali Emisi Nol Bersih, Suzanty Sitorus, menyampaikan bahwa penetapan kawasan rendah emisi merupakan bagian dari komitmen Bali untuk mencapai Emisi Nol Bersih pada 2045. Ia menekankan bahwa kepemimpinan daerah sangat menentukan dalam merumuskan solusi yang sesuai dengan kondisi wilayah masing-masing.

“Penetapan kawasan rendah emisi di Bali menjadi wujud nyata dari komitmen Emisi Nol Bersih pada 2045, hal ini merupakan contoh bahwa pemimpin daerah memiliki posisi strategis dalam memahami tantangan maupun solusi iklim dari daerahnya masing-masing.”

Kawasan rendah emisi juga diharapkan memberi dampak yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Pengurangan polusi udara berpotensi mendukung kualitas kesehatan yang lebih baik, sementara penataan mobilitas dan lingkungan dapat membantu meningkatkan kegiatan ekonomi setempat serta pariwisata berkelanjutan.

Dalam konteks daerah tujuan wisata, kualitas lingkungan memiliki nilai penting bagi warga dan pengunjung. Ruang publik yang nyaman untuk pejalan kaki, pesepeda, dan pengguna angkutan listrik dapat menjadi bagian dari pengalaman kawasan, sekaligus mengurangi ketergantungan pada kendaraan dengan emisi lebih tinggi.

Suzanty menambahkan bahwa langkah Bali diharapkan bisa menjadi contoh bagi daerah lain di Indonesia. Koalisi Bali Emisi Nol Bersih akan terus mendampingi Pemprov Bali dalam membangun kerja sama lintas sektor untuk mencapai target emisi nol bersih.

Empat agenda utama Pekan Iklim Bali

Rangkaian Pekan Iklim Bali 2026 akan mencakup empat kegiatan utama: Forum Kebijakan Publik, Forum Investasi Iklim, Jelajah Inovasi, dan Festival Rakyat. Keempat agenda tersebut mempertemukan pembahasan kebijakan, peluang pembiayaan, pengenalan inovasi, serta keterlibatan publik dalam isu iklim.

Forum kebijakan memberi ruang bagi pemerintah daerah untuk bertukar pengalaman mengenai strategi transisi yang adil. Forum investasi iklim diarahkan untuk membicarakan dukungan pembiayaan bagi proyek berkelanjutan. Sementara itu, Jelajah Inovasi dan Festival Rakyat membuka peluang bagi masyarakat untuk mengenal penerapan solusi iklim dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui Pekan Iklim Bali 2026, penetapan enam kawasan rendah emisi diharapkan tidak berhenti sebagai simbol. Program tersebut menjadi penanda bahwa perlindungan lingkungan, penguatan ekonomi lokal, pelestarian budaya, dan pengembangan energi bersih dapat ditempatkan dalam satu arah pembangunan Bali menuju 2030 dan target Emisi Nol Bersih 2045.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Bali angkat inisiatif kawasan rendah emisi?

Bali angkat inisiatif kawasan rendah emisi is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Bali angkat inisiatif kawasan rendah emisi matter?

Bali angkat inisiatif kawasan rendah emisi matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.