KabarSatuNusa
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

51 penerbangan di Kualanamu alami penyesuaian akibat abu vulkanik GAK

Published September 7, 2026 · Updated September 7, 2026 · By Susan Anderson - kabarsatunusa.com

Foto : Susan Anderson - kabarsatunusa.com

Erupsi GAK Lumpuhkan Rute Penerbangan Jakarta, Kualanamu Terima 51 Penerbangan yang Diterjang

Kabarsatunusa.com – Sebaran abu vulkanik dari Gunung Anak Krakatau (GAK) yang meletus di perairan Selat Sunda, Kabupaten Lampung Selatan, Lampung, memicu penutupan sementara dua bandara utama di Jabodetabek. Dampaknya langsung terasa hingga ke Sumatera Utara: Bandara Internasional Kualanamu di Deli Serdang mencatat 51 penerbangan yang harus mengalami penyesuaian jadwal maupun rute pada hari Ahad.

Penyesuaian tersebut mencakup pembatalan, penundaan, dan pengalihan rute bagi penerbangan yang semula terhubung dengan Bandara Internasional Soekarno-Hatta (CGK) di Cengkareng, Banten, serta Bandara Halim Perdanakusuma (HLP) di Jakarta. Kedua terminal udara ibu kota terpaksa menghentikan seluruh operasional karena konsentrasi abu vulkanik yang membahayakan keselamatan pesawat dan penumpang.

Respons Pengelola Bandara

Mohamad Hikmat Hidayat, Manager of Corporate Affairs PT Angkasa Pura Aviasi selaku operator Bandara Internasional Kualanamu, mengonfirmasi angka sementara tersebut dalam keterangan di Deli Serdang, Sumatera Utara, pada hari Ahad.

"Data sementara sebanyak 51 penerbangan dari dan menuju Kualanamu mengalami penyesuaian."

Ia menegaskan bahwa gangguan di CGK dan HLP menjadi pemicu utama penyesuaian di Kualanamu, mengingat sebagian besar rute domestik dari dan ke Deli Serdang melewati salah satu dari kedua bandara Jakarta tersebut.

"Kondisi tersebut berdampak bagi penerbangan di Kualanamu, khususnya penerbangan yang terhubung dengan CGK dan HLP."

Penerbangan Internasional Dialihkan ke Kualanamu

Di antara dampak paling menonjol, satu penerbangan internasional dari Amsterdam (AMS) yang semula dijadwalkan mendarat di Soekarno-Hatta terpaksa dialihkan (diverted) ke Bandara Internasional Kualanamu. Keputusan pengalihan ini diambil untuk menghindari area yang terkontaminasi abu vulkanik dan memastikan keselamatan seluruh penumpang serta awak pesawat.

Hikmat mengingatkan bahwa seluruh data mengenai penerbangan terdampak bersifat dinamis. Angka 51 tersebut dapat berubah sewaktu-waktu seiring perkembangan kondisi cuaca udara, keputusan maskapai, serta kebijakan operasional yang terus diperbarui.

Operasional Kualanamu Tetap Normal

Walaupun ratusan penumpang terdampak penyesuaian jadwal, pihak pengelola memastikan bahwa aktivitas di dalam kawasan bandara Deli Serdang tidak terhenti.

"Operasional Bandara Internasional Kualanamu hingga saat ini tetap berjalan normal."

Tim bandara terus berkoordinasi secara intensif dengan AirNav Indonesia, seluruh maskapai penerbangan, otoritas bandara terkait, dan berbagai pemangku kepentingan lain. Koordinasi ini bertujuan memantau perkembangan sebaran abu vulkanik secara real-time serta memastikan setiap keputusan operasional mengedepankan keselamatan, keamanan, dan kualitas pelayanan bagi pengguna jasa.

Imbauan bagi Penumpang

Pihak bandara mengimbau seluruh calon penumpang untuk tidak langsung menuju terminal tanpa terlebih dahulu memverifikasi status penerbangan mereka. Langkah paling praktis adalah menghubungi maskapai masing-masing melalui aplikasi resmi, situs web, atau layanan pelanggan untuk mengetahui apakah jadwal telah berubah, dibatalkan, atau dialihkan.

"Para calon penumpang secara berkala kita imbau agar memastikan kembali status dan jadwal penerbangannya lewat maskapai masing-masing sebelum menuju bandara."

Latar Belakang: Gunung Anak Krakatau dan Risiko Penerbangan

Gunung Anak Krakatau merupakan anak Gunung Krakatau yang terbentuk setelah letusan dahsyat tahun 1883. Terletak di Selat Sunda, jalur pelayaran dan penerbangan internasional yang menghubungkan Samudra Hindia dengan Laut Jawa, letak geografisnya menjadikan setiap erupsi berpotensi mengganggu koridor udara di kawasan barat Indonesia.

Abu vulkanik pada ketinggian tertentu dapat masuk ke mesin jet dan mencair di dalam ruang pembakaran, membentuk lapisan kaca yang merusak bilah turbin. Karena itu, otoritas penerbangan internasional menetapkan zona larangan terbang (no-fly zone) di sekitar area erupsi hingga konsentrasi abu turun ke ambang aman. Penutupan CGK dan HLP pada kasus ini merupakan prosedur standar yang diterapkan ketika partikel abu terdeteksi berada pada ketinggian yang beririsan dengan lintasan penerbangan komersial.

Bagi penumpang di Sumatera Utara, situasi semacam ini bukan hal baru. Setiap kali aktivitas vulkanik meningkat di Selat Sunda, rute yang melewati Jakarta menjadi titik paling rentan terhadap penyesuaian. Penumpang disarankan menyiapkan ruang cadangan dalam jadwal perjalanan dan menyimpan nomor kontak maskapai secara mudah diakses selama periode ketidakpastian operasional.

Hingga pemberitaan ini disusun, PT Angkasa Pura Aviasi menyatakan akan terus memperbarui informasi operasional dan berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait. Penumpang diimbau memantau kanal resmi bandara dan maskapai untuk mendapatkan informasi terkini mengenai status penerbangan mereka.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is 51 penerbangan di Kualanamu alami penyesuaian?

51 penerbangan di Kualanamu alami penyesuaian is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does 51 penerbangan di Kualanamu alami penyesuaian matter?

51 penerbangan di Kualanamu alami penyesuaian matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.