KabarSatuNusa
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Raih perak pertama, CdM Todotua apresiasi perjuangan Sumaya

Published September 21, 2026 · Updated September 21, 2026 · By Emily Jackson - kabarsatunusa.com

Foto : Emily Jackson - kabarsatunusa.com

Sumaya Buka Perolehan Medali Indonesia dengan Perak di Asian Games 2026

Kabarsatunusa.com – Kontingen Indonesia mengawali perjalanan di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 dengan lima medali pada hari pertama pertandingan, termasuk satu perak dari atlet teqball putri, Sumaya. Raihan tersebut menjadi penanda positif bagi Merah Putih, meski medali emas masih menjadi target yang dinantikan.

Medali perak Sumaya lahir dari nomor tunggal putri teqball di Nagoya City Higashi Sports Center. Dalam laga final yang berlangsung sengit selama tiga set, ia menghadapi wakil Myanmar, Wai Khin Hnin. Sumaya sempat mengamankan set pembuka dengan skor 12-10, tetapi lawannya membalas pada dua set berikutnya, masing-masing 12-8 dan 12-9.

Hasil itu menjadikan Sumaya penyumbang medali perak pertama bagi Indonesia pada ajang multievent Asia tersebut. Perjuangannya mendapat perhatian dari Chef de Mission Tim Indonesia, Todotua Pasaribu, yang menilai capaian awal kontingen cukup menggembirakan.

“Hari ini kita cukup surprise. Hari ini dulangan medali yang kita peroleh itu signifikan, satu perak, empat perunggu. Kita cukup surprise dan happy banget,”

Pernyataan Todotua di Nagoya yang diterima pada Minggu, 20 September, menggambarkan optimisme setelah Indonesia mengoleksi satu perak dan empat perunggu. Tambahan medali pada hari itu datang melalui cabang teqball serta karate, melengkapi perunggu yang sebelumnya telah diraih dari wushu, teqball, dan soft tennis.

Awal Kompetisi yang Menjanjikan

Perolehan lima medali pada fase awal kompetisi memberi Indonesia pijakan untuk menghadapi pertandingan berikutnya. Dalam ajang sebesar Asian Games, hasil pada hari-hari awal tidak hanya tercermin pada tabel perolehan medali, tetapi juga dapat membangun kepercayaan diri atlet yang masih akan tampil di berbagai nomor.

Teqball menjadi salah satu cabang yang memberi kontribusi langsung bagi Indonesia. Keberhasilan Sumaya menembus final tunggal putri memperlihatkan bahwa kontingen mampu bersaing hingga partai penentuan. Meski belum berhasil membawa pulang emas, medali perak tetap menjadi hasil penting karena diraih melalui pertandingan dengan persaingan ketat.

Todotua berharap momentum tersebut tidak berhenti sebagai hasil sesaat. Ia melihat sejumlah atlet Indonesia telah memasuki tahapan perempat final dan semifinal, sehingga kesempatan untuk memperbesar koleksi medali masih tersedia pada hari-hari selanjutnya.

“Mudah-mudahan ke depan konsistensi dan ritmenya ini bisa tetap berkesinambungan. Kita monitor ada pertandingan yang sudah mulai masuk quarter dan semifinal, ini artinya peluang kita untuk mendapatkan medali cukup baik,” katanya.

Babak perempat final dan semifinal menjadi tahap krusial karena kemenangan pada fase itu akan membawa atlet lebih dekat ke zona medali. Karena itu, konsistensi penampilan akan menjadi faktor utama bagi Indonesia untuk mengubah peluang menjadi hasil nyata.

Target Emas Masih Dinanti

Kendati awal kompetisi telah menghasilkan lima medali, Kontingen Indonesia belum meraih emas. Todotua menegaskan bahwa medali tertinggi tetap menjadi sasaran yang ditunggu dari para atlet Merah Putih.

“Memang yang kita tunggu, kita bisa mendapatkan medali emas,” ujarnya.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa perak dan perunggu tidak dipandang sebagai titik akhir. Sebaliknya, hasil awal itu menjadi modal untuk menjaga fokus menjelang pertandingan-pertandingan berikutnya. Setiap cabang yang telah memasuki fase gugur berpeluang memperbaiki posisi Indonesia dalam persaingan medali Asian Games 2026.

Dukungan untuk para atlet juga datang dari pemerintah. Todotua menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto terus memantau perjalanan Kontingen Indonesia di Aichi-Nagoya. Perhatian tersebut menjadi bagian dari dorongan moral bagi para atlet yang tengah bertanding membawa nama Indonesia.

Bagi Sumaya, medali perak ini menempatkannya sebagai salah satu figur penting pada pembukaan perjuangan Indonesia di Nagoya. Laga final melawan Wai Khin Hnin memperlihatkan daya juang yang kuat hingga pertandingan harus ditentukan dalam tiga set. Walaupun hasil akhir belum berpihak kepadanya, kontribusinya telah membuka jalan perolehan medali Indonesia.

Dengan pertandingan dari sejumlah cabang masih berlanjut, perhatian kini tertuju pada peluang Indonesia menambah koleksi medali sekaligus memburu emas pertama. Kontingen Merah Putih membutuhkan ritme yang stabil, kesiapan menghadapi tekanan babak akhir, serta kemampuan menjaga performa ketika peluang medali semakin dekat.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Raih perak pertama CdM Todotua apresiasi?

Raih perak pertama CdM Todotua apresiasi is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Raih perak pertama CdM Todotua apresiasi matter?

Raih perak pertama CdM Todotua apresiasi matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.