Menko AHY Perkuat Tata Kelola Bandara untuk Dongkrak Pariwisata dan Ekonomi
Main Agenda –
Sebagai bagian dari Main Agenda pemerintah, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), memimpin Rapat Koordinasi Tingkat Menteri untuk memperkuat pengelolaan ekosistem kebandarudaraan nasional. Tujuan utama dari langkah ini adalah mendorong pengembangan pariwisata dan ekonomi, serta meningkatkan konektivitas wilayah. AHY menyoroti bahwa tata kelola yang lebih baik dapat menciptakan efisiensi operasional, mempercepat layanan kepada wisatawan, dan menarik investasi ke sektor transportasi udara.
Transformasi Digital dan Sinergi Lintas Sektor
Kebandarudaraan nasional menjadi salah satu prioritas dalam Main Agenda pemerintah, dengan fokus pada transformasi digital. AHY menegaskan bahwa Kemenko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan akan memastikan koordinasi lintas sektor untuk menyusun dasar hukum yang mendukung inovasi teknologi di bandara. Selain itu, sistem informasi terpadu diharapkan meningkatkan pengalaman pengguna, termasuk aksesibilitas informasi penerbangan, layanan keberangkatan, dan fasilitas tambahan. “Tata kelola kebandarudaraan yang modern adalah kunci untuk meningkatkan daya saing Indonesia di tingkat global,” kata AHY.
“Kita punya target yang ambisius, tetapi ada dasarnya. Mudah-mudahan hingga 2029, Soekarno-Hatta bisa menjadi salah satu dari sepuluh bandara terbaik dunia,” ujar Menko AHY.
Optimisasi Bandara Soekarno-Hatta dan I Gusti Ngurah Rai
Salah satu inisiatif utama dalam Main Agenda adalah percepatan pengembangan Bandara Internasional Soekarno-Hatta dan Bandara I Gusti Ngurah Rai. Kedua bandara ini menjadi pusat kegiatan ekonomi dan pariwisata, terutama bagi daerah Jawa Barat dan Bali. AHY menegaskan bahwa pemerintah akan mengejar target untuk membuat Soekarno-Hatta menempati posisi dalam sepuluh bandara terbaik dunia sebelum 2029, seiring peningkatan kualitas layanan dan infrastruktur yang telah mencatatkan peningkatan signifikan dalam tiga tahun terakhir.
“Water taxi di Bali bisa mengurangi waktu tempuh dan menjadi solusi untuk mengatasi kemacetan. Wisatawan bisa langsung menuju kawasan wisata dengan lebih cepat,” kata AHY.
Integrasi Transportasi untuk Dukung Konektivitas
Dalam Main Agenda ini, pemerintah juga menekankan pentingnya integrasi transportasi antar moda. Salah satu contoh yang disebutkan adalah penggunaan water taxi di Bali sebagai alternatif perjalanan dari dan ke Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai. Inisiatif ini tidak hanya bertujuan mengurangi kemacetan, tetapi juga meningkatkan efisiensi akses wisatawan ke destinasi utama. Selain itu, Kemenko Infrastruktur menggagas koneksi transportasi terpadu dengan stasiun dan pelabuhan, sehingga meminimalkan penggunaan kendaraan pribadi dan mengurangi dampak lingkungan.
“Selain memastikan pasokan bahan bakar Avtur yang memadai, kita juga mengembangkan SAF yang lebih bersih. Pada 2027, insya Allah, penerapan ini akan mulai dijalankan,” ungkap Menko AHY.
Bandara Ramah Lingkungan dan Keberlanjutan Ekosistem
Transformasi kebandarudaraan juga mencakup komitmen terhadap keberlanjutan lingkungan, yang menjadi bagian dari Main Agenda pemerintah. AHY mengatakan bahwa upaya dekarbonisasi akan mencakup penggunaan bahan bakar penerbangan berkelanjutan (SAF) dan efisiensi energi di seluruh sistem bandara. Pada 2027, pemerintah menargetkan penggunaan campuran SAF sebesar satu persen untuk penerbangan internasional, yang sejalan dengan tren global menuju transportasi udara rendah emisi. “Kita berkomitmen untuk menciptakan bandara yang tidak hanya efisien, tetapi juga ramah lingkungan,” tutur AHY.
Peran Kebandarudaraan dalam Pariwisata Nasional
Keberhasilan pengembangan bandara nasional akan menjadi pendorong utama pertumbuhan pariwisata Indonesia. AHY menyoroti bahwa infrastruktur bandara yang memadai dan terjangkau dapat meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan ke daerah-daerah terpencil, sehingga menggerakkan ekonomi lokal. “Pariwisata tidak hanya berkembang di kota besar, tetapi juga di daerah-daerah yang sebelumnya sulit diakses,” jelasnya. Untuk mencapai ini, Kemenko Infrastruktur akan mengakselerasi proyek pembangunan bandara baru dan peningkatan kualitas bandara yang ada, terutama di wilayah yang memiliki potensi pariwisata tinggi.
“Main Agenda ini adalah bagian dari perencanaan jangka panjang untuk menciptakan ekosistem kebandarudaraan yang lebih efektif dan berkelanjutan,” ujar Menko AHY.
Pelaksanaan dalam Rangka Proyek Strategis Nasional
Kebandarudaraan nasional menjadi bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) yang menggabungkan sejumlah inisiatif untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan daya saing Indonesia. Dalam Main Agenda yang dicanangkan, Kemenko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan akan memastikan seluruh proyek berjalan harmonis dan sesuai dengan visi pembangunan nasional. “PSN adalah alat untuk menciptakan transformasi yang berkelanjutan dan mencakup seluruh aspek kebandarudaraan, dari infrastruktur hingga layanan digital,” lanjut AHY.
“Dengan pendekatan yang terpadu, kita bisa memastikan bahwa bandara tidak hanya menjadi tempat pendaratan, tetapi juga menjadi pusat ekonomi dan pertumbuhan pariwisata,” tambah Menko AHY.
