Jasa Marga Perkuat Green Toll Road dan Transformasi Rest Area Berkelanjutan
Key Strategy – Sebagai bagian dari Key Strategy dalam menciptakan nilai tambah bagi masyarakat dan lingkungan, PT Jasa Marga (Persero) Tbk terus memperkuat komitmen pengelolaan infrastruktur berkelanjutan. Perusahaan memperkenalkan inisiatif Green Toll Road, Green Corridor, serta revitalisasi rest area ramah lingkungan, yang dilaksanakan secara bertahap di berbagai wilayah operasionalnya. Upaya ini juga diwujudkan melalui serangkaian kegiatan penanaman pohon yang digelar serentak pada Juni 2026, sebagai bentuk penghormatan terhadap Hari Lingkungan Hidup Sedunia. Dengan Key Strategy yang berfokus pada ekonomi, sosial, dan lingkungan, Jasa Marga mencoba menjawab tantangan global terkait perubahan iklim dan pengelolaan sumber daya alam.
Komitmen pada Transformasi Berkelanjutan
Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantono, menegaskan bahwa Key Strategy ini menjadi bagian dari visi perusahaan dalam mewujudkan keberlanjutan. “Key Strategy kami melibatkan tidak hanya penerapan teknologi hijau, tetapi juga kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan untuk memastikan dampak positif yang berkelanjutan,” kata Rivan. Ia menjelaskan bahwa program Green Toll Road merupakan salah satu upaya utama dalam Key Strategy untuk mengurangi jejak karbon dari operasional jalan tol, sementara revitalisasi rest area bertujuan meningkatkan kualitas layanan sekaligus mendukung ekosistem lokal.
“Melalui Key Strategy yang terpadu, kami berharap dapat menciptakan ruang hijau yang tidak hanya fungsional tetapi juga menjadi icon keberlanjutan di Indonesia,” ujarnya.
Revitalisasi Rest Area dengan Pendekatan Lingkungan
Dalam rangka mendorong Key Strategy keberlanjutan, Jasa Marga melaksanakan revitalisasi Travoy Rest Area KM 792A sebagai salah satu proyek yang menjadi contoh nyata. Di sini, 200 pohon pule ditanam sebagai bagian dari program penanaman lebih dari 7.000 pohon di seluruh ruas jalan tol dan rest area perusahaan pada tahun 2026. Pohon-pohon ini dipilih karena memiliki kemampuan menyerap karbon secara efisien, menghasilkan oksigen, serta tahan terhadap cuaca ekstrem. Selain itu, penerapan sistem monitoring digital memperkuat upaya ini, memungkinkan pengukuran pertumbuhan pohon dan perhitungan dampak lingkungan secara real-time.
Transformasi Travoy Rest Area tidak hanya fokus pada penanaman pohon, tetapi juga pada penguatan fasilitas yang ramah lingkungan. Penataan fasad tenant UMKM, pembaruan signage, serta perbaikan kualitas ruang terbuka hijau membentuk Key Strategy yang lebih holistik. Dengan menggabungkan inovasi teknologi dan kepedulian terhadap lingkungan, Jasa Marga menghadirkan pengalaman pengguna jalan tol yang lebih nyaman, sekaligus menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan perlindungan ekosistem.
Manfaat Ekonomi dan Kontribusi pada SDGs
Program penanaman pohon dan revitalisasi rest area Jasa Marga menunjukkan hasil yang signifikan. Pada 2023, perusahaan menanam 14.267 pohon, meningkat menjadi 50.762 pohon di 2024, dan 31.130 pohon di 2025. Angka ini menunjukkan Key Strategy yang berkelanjutan tidak hanya berdampak lingkungan tetapi juga ekonomi. Revitalisasi rest area, misalnya, berkontribusi pada peningkatan pendapatan usaha lain, dengan total pendapatan mencapai Rp783,2 miliar di 2025, naik 21,7 persen dibanding tahun sebelumnya.
Transformasi rest area juga memperkuat Key Strategy dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Fasilitas seperti SPBU, ATM Center, klinik kesehatan, ruang terbuka hijau, dan restoran di Travoy Rest Area menjadi bukti bahwa Key Strategy perusahaan tidak hanya terbatas pada lingkungan, tetapi juga mencakup kesejahteraan masyarakat. Dengan memberikan layanan yang lebih lengkap, Jasa Marga menciptakan ruang yang dapat meningkatkan pengalaman pengguna jalan tol sekaligus memberikan manfaat ekonomi lokal.
Preservasi dan Teknologi untuk Keberlanjutan
Sebagai bagian dari Key Strategy, Jasa Marga tidak hanya fokus pada penanaman pohon tetapi juga preservasi lingkungan sekitar. Perusahaan terus melakukan perawatan rutin untuk memastikan perkerasan jalan tetap sesuai Standar Pelayanan Minimal (SPM) dan menjaga kualitas air serta tanah di sekitar ruas jalan tol. Inisiatif ini dipadukan dengan teknologi monitoring digital yang memungkinkan pengambilan keputusan berbasis data untuk mendukung Key Strategy keberlanjutan secara lebih efektif.
Dalam Key Strategy jangka panjang, Jasa Marga menargetkan pengurangan emisi karbon sebesar 30 persen pada 2026. Hal ini melibatkan kolaborasi dengan lembaga lingkungan, pemerintah daerah, serta masyarakat sekitar. Selain itu, perusahaan juga mendorong partisipasi aktif pengguna jalan tol melalui kampanye kesadaran lingkungan dan penggunaan energi terbarukan. Key Strategy ini menjadi bukti komitmen Jasa Marga untuk menciptakan infrastruktur yang tidak hanya mendorong mobilitas tetapi juga menjaga keberlanjutan ekosistem Indonesia.
Perspektif Global dan Lokal dalam Keberlanjutan
Dalam konteks global, Key Strategy Green Toll Road dan transformasi rest area menjadi langkah strategis untuk menghadapi isu perubahan iklim. Namun, perusahaan juga memastikan bahwa upaya ini relevan dengan kebutuhan masyarakat lokal. Revitalisasi Travoy Rest Area, misalnya, diharapkan mampu meningkatkan ekonomi daerah dengan menciptakan lapangan kerja serta mempromosikan pariwisata ekologis. Key Strategy Jasa Marga berusaha menjadi contoh nyata bahwa keberlanjutan tidak hanya tentang lingkungan, tetapi juga tentang pemanfaatan sumber daya secara optimal dan berimbang.
Dengan Key Strategy yang terus berkembang, Jasa Marga berkomitmen untuk menjadi perusahaan infrastruktur terdepan dalam mengintegrasikan keberlanjutan ke dalam setiap aspek operasional. Program ini tidak hanya meningkatkan kualitas lingkungan tetapi juga memperkuat ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Harapan besar ditujukan pada 2026, di mana Key Strategy keberlanjutan akan terus dikembangkan sebagai bagian dari visi nasional dan global untuk membangun masyarakat yang lebih hijau dan berkelanjutan.
