Skip to content
Yellow Desk
Agustus 3, 2026
Uncategorized

New Policy: JJ Rizal hingga Kamala Chandrakirana Dikukuhkan Jadi Anggota Lembaga Kebudayaan Jakarta, Ini Daftar Lengkapnya

Sandra Garcia 3 mins read

Keberlanjutan Jakarta dalam New Policy Kebudayaan New Policy menjadi pilar penting dalam transformasi Jakarta menjadi kota yang lebih berbudaya dan inovatif.

New Policy: JJ Rizal hingga Kamala Chandrakirana Dikukuhkan Jadi Anggota Lembaga Kebudayaan Jakarta, Ini Daftar Lengkapnya

Keberlanjutan Jakarta dalam New Policy Kebudayaan

New Policy menjadi pilar penting dalam transformasi Jakarta menjadi kota yang lebih berbudaya dan inovatif. Pada Selasa (23/6), Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung secara resmi melantik 16 anggota baru ke dalam Lembaga Kebudayaan Jakarta, periode 2026-2031. Perayaan ini diadakan di Balai Kota DKI Jakarta, dengan kehadiran sembilan anggota lama dan tujuh anggota yang baru bergabung. Pemilihan anggota ini diharapkan memberikan dampak signifikan dalam pengembangan sektor seni dan budaya, yang sekarang menjadi fokus utama dalam kebijakan baru ini.

Penguatan Sistem Kebudayaan Melalui New Policy

Langkah ini menggambarkan upaya pemerintah DKI Jakarta untuk mewujudkan visi kota yang terus berinovasi sekaligus mempertahankan warisan budaya. New Policy tidak hanya berfokus pada penambahan anggota, tetapi juga menekankan penguatan ekosistem kebudayaan melalui berbagai inisiatif seperti revitalisasi Kota Tua, peningkatan fasilitas kreatif, dan insentif pajak bagi industri seni. Gubernur Pramono Anung menegaskan bahwa budaya harus menjadi inti dalam kebijakan pembangunan, bukan sekadar pelengkap.

“New Policy ini merupakan langkah strategis untuk menjadikan Jakarta sebagai kota global yang tetap menjaga keunikan identitas budayanya,” kata Pramono dalam sambutannya.

Dalam pernyataan resmi, ia menyebutkan bahwa anggota baru yang dikukuhkan, seperti JJ Rizal hingga Kamala Chandrakirana, akan menjadi bagian dari komunitas kreatif yang aktif dalam merumuskan arah kebijakan kebudayaan. Selain itu, program seperti “Jakarta Fund” dan Jakarta Future Festival 2026 diharapkan mendorong kolaborasi antar sektor, baik dari kalangan profesional maupun masyarakat umum.

Strategi Ekonomi Kreatif dalam New Policy

Wagub DKI Jakarta Rano Karno menambahkan bahwa New Policy tidak hanya menggarisbawahi pentingnya budaya dalam identitas kota, tetapi juga menyatukan kebijakan ekonomi kreatif sebagai bagian dari perencanaan jangka panjang. Ia menjelaskan bahwa kolaborasi dengan institusi seperti IKJ (Institut Kebudayaan Jakarta) menjadi kunci dalam meningkatkan kualitas karya seni dan budaya. Misalnya, anggota baru akan berpartisipasi dalam menampilkan karya di berbagai forum seperti Kota Tua sejak awal 2026.

Pemindahan IKJ ke Kota Tua, sebagai bagian dari New Policy, bertujuan menghidupkan kembali area bersejarah sebagai pusat kreativitas global. Kehadiran anggota baru ini diharapkan membantu memperkuat kebijakan yang memadukan seni, budaya, dan ekonomi, sehingga mendorong pertumbuhan industri kreatif yang inklusif. Pramono juga menekankan peran literasi dalam kebijakan ini, setelah Jakarta resmi menjadi “City of Literature” oleh UNESCO.

“Dengan New Policy ini, Jakarta akan menjadi contoh nyata bagaimana budaya dapat mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” ujarnya.

Pembentukan “Jakarta Fund” menjadi salah satu inisiatif utama dalam New Policy, yang bertujuan memberikan dana abadi untuk pendidikan dan kegiatan kreatif. Selain itu, peningkatan fasilitas seperti Planetarium Jakarta dan Taman Ismail Marzuki juga menjadi bagian dari upaya menguatkan daya saing kota sebagai pusat budaya internasional.

Kompetensi Anggota Baru dalam New Policy

Ke-16 anggota yang dikukuhkan mencakup berbagai bidang seni dan budaya, seperti seni visual, musik, sastra, dan pertunjukan. JJ Rizal, seorang tokoh seni visual, serta Kamala Chandrakirana, yang dikenal sebagai penulis dan pengamat budaya, akan memimpin beberapa komite khusus dalam New Policy. Keberagaman latar belakang anggota ini diharapkan memperkaya perspektif dalam pengambilan keputusan, terutama terkait kebijakan yang menargetkan pertumbuhan ekonomi kreatif.

Kehadiran anggota baru ini juga memberikan dorongan bagi masyarakat Jakarta untuk terlibat lebih aktif dalam kegiatan kreatif. Pramono menegaskan bahwa New Policy bertujuan menciptakan lingkungan yang mendukung pertukaran ide dan inovasi. Selain itu, program residensi penulis, diplomasi buku, dan kerja sama dengan lembaga internasional akan menjadi bagian dari kebijakan ini untuk memperluas dampak budaya di tingkat global.

“New Policy ini mengutamakan partisipasi aktif dari berbagai kalangan, termasuk generasi muda, dalam membangun Jakarta yang berbudaya dan maju,” tambah Pramono.

Pelaksanaan New Policy dalam 2026-2031

Dalam lima tahun ke depan, New Policy akan diimplementasikan melalui beberapa proyek strategis, termasuk revitalisasi TOD (Transit Oriented Development) Kota Tua. Proyek ini bertujuan menciptakan ruang kreatif yang terintegrasi dengan transportasi, sehingga memudahkan akses masyarakat terhadap berbagai kegiatan seni dan budaya. Pramono menyatakan bahwa kemitraan antara pemerintah dengan lembaga kebudayaan, seperti IKJ, akan menjadi fondasi penting dalam mewujudkan visi ini.

Pembukaan kembali Planetarium Jakarta dan peningkatan fasilitas Taman Ismail Marzuki adalah contoh konkret dari New Policy yang menargetkan pengembangan infrastruktur budaya. Dengan insentif pajak 50 persen bagi produksi film, DKI Jakarta berharap mendorong kreativitas lokal dan meningkatkan daya tarik industri hiburan. Anggota baru yang dikukuhkan akan terlibat langsung dalam pengawasan dan evaluasi proyek ini, memastikan keber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *