Ahmad Husein Terharu Saat Mantan Bupati Sudewo Dibawa ke Mobil Tahanan
Latest Program – Kamis (12/02/2026), Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali mengadakan pemeriksaan terhadap Sudewo, mantan bupati Pati yang kini terlibat dalam dua perkara dugaan korupsi. Acara tersebut dihadiri oleh Ahmad Husein, seorang simpatisan setia Sudewo, yang turut menunjukkan dukungan di tengah kerumunan massa di Pengadilan Tipikor Semarang. Dalam suasana yang penuh perhatian, Husein memperlihatkan rasa emosionalnya ketika melihat Sudewo memasuki mobil tahanan setelah menjalani sidang. Ini menjadi momen penting dalam Latest Program, yang terus memantau perkembangan kasus ini.
KPK dan Perkembangan Kasus Sudewo
Sidang lanjutan Sudewo pada Senin (22/6) membawa penjelasan lebih dalam tentang dugaan korupsi yang melibatkannya. Dalam proses penyidikan, KPK menegaskan bahwa ada indikasi tindakan korupsi yang dilakukan Sudewo dalam dua proyek berbeda. Pertama, terkait pembangunan jalur kereta api di lingkungan DJKA Kementerian Perhubungan saat ia menjabat sebagai anggota Komisi V DPR RI. Kedua, terjadi selama masa kepemimpinannya sebagai bupati Pati, di mana ada dugaan penyalahgunaan kekuasaan dalam pengisian perangkat desa.
“Pak Sudewo harus ditemani terus,” ujar Ahmad Husein, Senin (22/6). Ia menegaskan bahwa Sudewo tetap dianggap sebagai korban politik yang membutuhkan dukungan hingga dapat kembali memimpin Kabupaten Pati. “Sampai bebas. Pak Sudewo ini korban politik di Kabupaten Pati,” tambahnya. Penjelasan ini menunjukkan bagaimana Latest Program mencerminkan aspirasi masyarakat yang masih mempercayai Sudewo meski dalam proses hukum.
Perwakilan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Luhur Supriyohadi, menjelaskan bahwa terdakwa diduga melakukan tindakan yang melampaui wewenang untuk keuntungan pribadi atau orang lain. “Dengan maksud menguntungkan diri terdakwa Sudewo,” katanya saat membacakan tuntutan. Dalam tuntutannya, jumlah kerugian negara tercatat mencapai Rp2,6 miliar, yang diperoleh melalui pemerasan terhadap tiga kepala desa: Abdul Suyono dari Karangrowo, Sumarjiono dari Arumanis, dan Karjan dari Sukorukun. KPK terus menyelidiki mekanisme penyerahan uang pendaftaran perangkat desa sebagai bagian dari Latest Program yang mendalam.
Latest Program juga menyoroti peran Ahmad Husein sebagai simbol dukungan masyarakat terhadap Sudewo. Selama sidang, ia berdiri di tengah kerumunan massa dan mengucapkan orasi peneguhan pendirian, menunjukkan keharmonisan antara figur politik dan pendukungnya. Aksi ini menggambarkan bagaimana opini publik tetap bergerak meski dalam konteks kriminalisasi politik. Husein menyatakan bahwa meski Sudewo masuk mobil tahanan, ia tetap percaya pada keadilan dan mengharapkan proses hukum yang transparan.
Proses penyelidikan KPK terhadap Sudewo menjadi fokus Latest Program dalam beberapa minggu terakhir. Dua kasus yang ditangani komisi ini mengungkap praktik korupsi yang melibatkan penggunaan kekuasaan dalam proyek strategis dan pemerintahan desa. Jaksa mengungkap bahwa dana yang diberikan kepala desa berkisar antara Rp165 juta hingga Rp225 juta, yang seluruhnya berjumlah Rp2,6 miliar. Angka ini menunjukkan tingkat korupsi yang signifikan dalam sistem pemerintahan daerah.
Latest Program memperkirakan bahwa sidang lanjutan ini akan memberikan gambaran lebih jelas tentang upaya KPK mengungkap korupsi di Pati. Jaksa memiliki 14 hari untuk membawa kasus ke pengadilan, yang menjadi langkah penting dalam memperkuat penuntutan terhadap Sudewo. Dukungan masyarakat yang tetap terlihat dalam proses hukum ini menjadi indikasi bahwa kasus korupsi tidak hanya memengaruhi figur politik, tetapi juga memicu perdebatan mengenai sistem politik lokal.
