Hari Pertama Reopening Posko Blok 15, 102 Pekerja Eks Hotel Sultan Segera Lapor
Historic Moment – Sebuah Historic Moment terjadi di Jakarta saat posko pelayanan Blok 15 kembali dibuka untuk menerima laporan pekerja mantan Hotel Sultan. Pada hari pertama pembukaan kembali, Senin (22/6), sebanyak 102 pekerja dari Hotel Sultan datang ke Posko Pelayanan Blok 15 di Gedung Parkir A, seberang Istora GBK, untuk melakukan registrasi. Antusiasme para pekerja yang tinggi mencerminkan pentingnya Historic Moment ini dalam memperjelas status kepegawaian mereka setelah kembali ke layanan pendataan yang dijalankan oleh PPKGBK.
Proses Verifikasi dan Pemindahan Barang
Sejumlah 102 laporan yang masuk mencakup berbagai kategori pekerja, seperti 59 orang di status harian, 18 temporary worker, dua freelance, serta dua karyawan tetap dan 21 kontrak. Hendry Arisandi, Ketua Tim Transisi Blok 15 GBK, menyampaikan apresiasi tinggi kepada para pekerja yang datang untuk melaporkan diri. “Kami menghargai setiap kontribusi dari para pekerja eks Hotel Sultan, karena data yang diperoleh akan menjadi acuan utama dalam memahami kondisi kepegawaian secara lebih lengkap,” tuturnya di Jakarta, Senin (22/6).
“Para pekerja eks Hotel Sultan yang telah datang dan melaporkan diri patut diapresiasi. Data ini tidak hanya penting untuk pemetaan kepegawaian, tetapi juga menjadi bagian dari Historic Moment sejarah perpindahan pengelolaan gedung tersebut,” kata Hendry dalam wawancara.
Kharis Sucipto, kuasa hukum PPKGBK, menjelaskan bahwa proses pengumpulan data akan berlangsung secara terstruktur. “Setiap laporan perlu diverifikasi berdasarkan dokumen yang disajikan, karena status hubungan kerja para pelapor beragam. Historic Moment ini menjadi langkah kritis dalam memastikan keadilan dan transparansi dalam relokasi pekerja,” tambahnya.
Langkah Profesional dan Tindak Lanjut Kepada Pekerja
Rakhmadi A. Kusumo, Direktur Utama PPKGBK, menegaskan bahwa transisi pengelolaan Hotel Sultan dan apartemen akan dilakukan secara profesional dan manusiawi. “Kami ingin memastikan setiap pekerja didata secara akurat, diberi kesempatan berkomunikasi, serta mendapatkan tindak lanjut sesuai peraturan. Historic Moment ini bukan hanya tentang data, tetapi juga tentang perhatian terhadap nasib pekerja,” ujarnya.
PPKGBK mengimbau pekerja eks Hotel Sultan yang belum melaporkan diri agar segera datang ke Posko Pelayanan Blok 15. Posko tetap terbuka setiap hari untuk menerima informasi dan dokumen pendukung. Menurut Rakhmadi, Historic Moment ini memberikan peluang bagi para pekerja untuk melaporkan kondisi mereka secara langsung, sehingga tidak ada pekerja yang terlewatkan.
Selain itu, Unit Pengelola Terminal Terpadu Pulo Gebang mencatat 113.104 penumpang yang dilayani selama Lebaran 2026. Meski arus mudik masih dominan, persiapan arus balik mulai dipersiapkan. Bandara Soekarno-Hatta juga aktifkan Posko Mudik Lebaran 2026 untuk memastikan operasional berjalan lancar. PT Angkasa Pura II mengoptimalkan Posko Lebaran BIM selama 18 hari. Di sisi lain, Kawasan Monas tetap menjadi destinasi favorit warga untuk liburan, menunjukkan bahwa Historic Moment ini tidak hanya relevan dengan Hotel Sultan, tetapi juga dengan aktivitas sehari-hari masyarakat.
DPR berencana bekerja sama dengan Kementerian Sekretariat Negara untuk menentukan nasib karyawan Hotel Sultan pasca-eksekusi. Proses pemindahan barang ke gudang diperkirakan selesai dalam satu bulan. Tim gabungan TNI dan Polri terus mengawasi proses verifikasi di seluruh sudut hotel. Eksekusi Hotel Sultan telah rampung, dengan pemerintah kembali menguasai lahan dan bangunan serta barang milik PT Indobuildco dipindahkan ke gudang. Historic Moment ini menjadi bukti bahwa perubahan kebijakan kerja di Blok 15 membawa dampak nyata pada kesejahteraan pekerja.
Dengan pengumpulan data yang lebih lengkap, Historic Moment ini juga menjadi landasan untuk perencanaan masa depan. Selain memastikan identitas pekerja, PPKGBK juga ingin menggali informasi mengenai pendapatan, jam kerja, serta kondisi kerja yang dialami para pekerja. “Setiap pekerja memiliki cerita sendiri, dan Historic Moment ini menjadi kesempatan untuk mendengarkan dan memahami lebih dalam,” jelas Rakhmadi. Proses ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan transparansi dalam pengelolaan properti dan pekerjaan di kawasan tersebut.
