Skip to content
Yellow Desk
Agustus 3, 2026
Uncategorized

Special Plan: Harga Kebutuhan Pokok Bandung Relatif Stabil, Disdagin Pantau Ketat Pasar

Emily Jackson 3 mins read

Special Plan: Stabilitas Harga Kebutuhan Pokok di Kota Bandung Terus Dipertahankan Special Plan - Dalam upaya menjaga kestabilan ekonomi masyarakat, Dinas

Special Plan: Harga Kebutuhan Pokok Bandung Relatif Stabil, Disdagin Pantau Ketat Pasar

Special Plan: Stabilitas Harga Kebutuhan Pokok di Kota Bandung Terus Dipertahankan

Special Plan – Dalam upaya menjaga kestabilan ekonomi masyarakat, Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Bandung terus mengimplementasikan Special Plan untuk memantau harga kebutuhan pokok secara ketat. Hasilnya, harga bahan pokok di pasar tradisional serta toko ritel modern relatif stabil, bahkan beberapa komoditas mengalami penurunan. Dengan Special Plan ini, Disdagin berhasil mencegah kenaikan harga yang bisa mengurangi daya beli warga, terutama di tengah tekanan inflasi dan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi.

Intervensi Disdagin Memperkuat Ketersediaan Bahan Pangan

Menurut laporan terbaru, Disdagin Kota Bandung mencatat bahwa harga kebutuhan pokok tidak mengalami perubahan signifikan selama beberapa minggu terakhir. Fokus Special Plan terletak pada pengawasan harga, pasokan, dan distribusi barang, yang dilakukan secara rutin untuk memastikan akses kebutuhan pokok tetap terjangkau. Selain itu, kebijakan ini juga memastikan bahwa fluktuasi harga tidak terlalu signifikan, sehingga masyarakat tidak merasa terbebani.

Salah satu komoditas yang menunjukkan penurunan harga adalah cabai rawit merah dan cabai merah tanjung. Harga cabai rawit merah kini berkisar antara Rp60.000 hingga Rp80.000 per kilogram, sedangkan cabai merah tanjung terpantau antara Rp40.000 hingga Rp60.000 per kilogram. Perubahan ini memberi manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya para pelaku usaha kecil dan rumah tangga yang bergantung pada bahan-bahan tersebut.

Special Plan yang kita terapkan berhasil menjaga keseimbangan harga kebutuhan pokok di Kota Bandung. Beberapa komoditas bahkan mengalami penurunan, yang sangat positif bagi konsumen,” ujar Meiwan Kartiwa, Kepala Bidang Distribusi dan Perdagangan Pengawasan Kemetrologian Disdagin Kota Bandung.

Fluktuasi harga yang masih terjadi utamanya terkait sayuran, yang dipengaruhi oleh cuaca tak menentu. Namun, Disdagin memastikan bahwa harga telur ayam dan daging sapi tetap stabil. Harga telur ayam berkisar antara Rp38.000 hingga Rp40.000 per kilogram, sementara daging sapi bervariasi sesuai kualitas, mulai dari Rp130.000 hingga Rp150.000 per kilogram. Variasi harga ini tidak mengganggu keseimbangan pasar, berkat Special Plan yang terus dijaga ketat.

Disdagin tidak hanya memantau harga, tetapi juga memperkuat program pasar murah sebagai bagian dari Special Plan mereka. Program ini dijalankan setiap triwulan untuk membantu warga mendapatkan bahan pangan dengan harga lebih rendah, khususnya menjelang Hari Raya Idul Adha dan Idul Fitri. Meiwan Kartiwa menegaskan bahwa kegiatan pasar murah ini menunjukkan antusiasme tinggi dari masyarakat, yang didukung oleh keterlibatan pihak terkait dalam mengkoordinasikan distribusi.

Langkah-langkah dalam Special Plan juga melibatkan kolaborasi dengan pemerintah daerah lain, seperti Kabupaten Batang dan Kota Bukittinggi, untuk menjaga stabilitas harga di tengah dinamika ekonomi. Dengan pendekatan yang terpadu, Disdagin Kota Bandung berharap bisa memastikan ketersediaan bahan pokok tanpa tekanan harga berlebihan. Upaya ini menjadi salah satu strategi utama dalam menjaga kesejahteraan rakyat.

Kebijakan Special Plan ini juga diharapkan memberikan dampak jangka panjang pada perekonomian kota. Dengan menjaga stabilitas harga, daya beli masyarakat bisa tetap terjaga, sehingga mengurangi risiko kenaikan inflasi. Disdagin terus meningkatkan kegiatan pengawasan, termasuk survei harga harian, untuk memastikan bahwa kebijakan ini berjalan efektif dan berkelanjutan. Seluruh upaya ini adalah bagian dari komitmen pemerintah Kota Bandung dalam menjaga keseimbangan ekonomi lokal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *