Latest Program: Banjir Parigi Moutong Menghancurkan Empat Desa, 145 KK Terdampak dan Mengungsi
Latest Program – Program Terbaru – Banjir besar yang melanda Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, pada malam Sabtu mengakibatkan genangan air menghimpit empat desa, dengan total 145 kepala keluarga (KK) terkena dampak. Banyak warga terpaksa meninggalkan tempat tinggal mereka dan berlindung di tempat ibadah serta lokasi yang lebih aman. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat sedang bergerak cepat untuk melakukan pendataan dan menyalurkan bantuan awal. Bencana ini menjadi sorotan sebagai bagian dari Program Terbaru dalam penanggulangan krisis alam.
Penyebab dan Dampak Bencana
Banjir tersebut dipicu oleh hujan deras yang mengguyur daerah tersebut sejak beberapa hari sebelumnya, menyebabkan beberapa sungai meluap dan mengalir ke permukiman warga. Menurut Plt Kepala BPBD Parigi Moutong, Moh Rivai, banjir terjadi sekitar pukul 23.00 Wita, dengan ketinggian air mencapai beberapa meter di beberapa titik. Dampaknya sangat signifikan, terutama pada wilayah yang berada di bantaran sungai atau daerah dataran rendah.
Moh Rivai menegaskan bahwa mitigasi bencana adalah salah satu pilar utama Program Terbaru dalam penanggulangan bencana. Ia juga menekankan pentingnya masyarakat tetap tenang dan waspada, terutama di area rawan seperti lereng gunung atau permukiman dekat aliran air.
Kabupaten Parigi Moutong mengalami peningkatan curah hujan yang drastis, membuat sistem drainase tidak mampu menampung volume air. Banjir ini tidak hanya merusak rumah warga, tetapi juga mengancam kesehatan dan keamanan mereka. Sebagai bagian dari Program Terbaru, BPBD mengimbau warga untuk menjaga komunikasi dan mematuhi instruksi petugas terkait.
Pendataan dan Upaya Penanganan
Pendataan lapangan terus dilakukan untuk mengetahui tingkat kerusakan dan jumlah korban. Selain itu, tim penanggulangan bencana juga mengkoordinasikan pengungsi dengan pihak keluarga dan tokoh masyarakat. Program Terbaru ini mencakup penggunaan teknologi untuk mempercepat proses pendataan, seperti pengiriman drone dan sensor cuaca.
Di Desa Pombalowo, 25 KK atau 110 jiwa terdampak, dengan 100 orang harus berlindung di tempat ibadah. Di antara mereka, ada 14 bayi, 11 lansia, dan dua ibu hamil yang membutuhkan perawatan intensif. Sebagian besar pengungsi adalah warga yang tinggal di daerah rendah, sehingga banjir mengakibatkan kerugian material yang besar.
Di Desa Masari, 70 KK terkena banjir, dengan 10 KK harus mengungsi. Dua rumah rusak ringan, sementara 70 hektare sawah dan dua kebun warga terendam air. Banjir ini juga mengganggu aksesibilitas ke beberapa desa, memaksa tim penanggulangan bencana menggunakan jalur darat untuk menjangkau korban. Dalam Program Terbaru, upaya pemulihan dirancang untuk mencakup rehabilitasi infrastruktur dan bantuan pangan.
Dari Desa Dolago Padang, 50 KK terdampak, dan 100 hektare sawah tergenang. Di Desa Lebagu, data pendataan masih dalam proses, tetapi warga mengungsi ke kampung lain. Banjir rob di Desa Tingkulang pada Minggu malam menyebabkan belasan warga terpaksa berpindah dan dua rumah rusak berat. BPBD Sulteng terus memantau situasi secara intens, mengingat keterlibatan Program Terbaru dalam penyelamatan.
Program Terbaru menekankan kolaborasi antar instansi pemerintah dan organisasi lokal untuk mempercepat tanggap darurat. Sementara air surut, warga terdampak masih menerima dukungan logistik dan bantuan medis dari BPBD. Bencana ini terjadi setelah gempa magnitudo 6,7 yang melanda wilayah tersebut, sehingga upaya penanggulangan bencana dilakukan secara terpadu dalam rangka meminimalkan risiko.
Bencana ini menjadi contoh nyata bagaimana Program Terbaru mampu mengkoordinasikan respons bencana secara efisien. Tim BPBD setempat menyiapkan tenda darurat, makanan, dan perlengkapan kesehatan untuk warga yang mengungsi. Dukungan dari masyarakat setempat juga sangat berperan dalam mempercepat proses pemulihan. Semua upaya ini menjadi bagian dari peningkatan kapasitas penanggulangan bencana di daerah rawan seperti Parigi Moutong.
