Skip to content
Yellow Desk
Oktober 11, 2026
Bisnis

DKP: Enam ton ikan segar dari Pulau Simeulue diekspor ke Jepang

Linda Gonzalez - kabarsatunusa.com 3 mins read

DKP - Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Simeulue menyampaikan bahwa enam ton ikan segar dari Pulau Simeulue, Aceh, telah diekspor ke Jepang

DKP: Enam ton ikan segar dari Pulau Simeulue diekspor ke Jepang

DKP: Enam Ton Ikan Segar dari Pulau Simeulue Diekspor ke Jepang

Kabarsatunusa.com – DKP – Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Simeulue menyampaikan bahwa enam ton ikan segar dari Pulau Simeulue, Aceh, telah diekspor ke Jepang. Pengiriman komoditas perikanan tersebut dilakukan melalui kerja sama dengan mitra swasta, PT Usaha Mina Meuruke, dan menjadi peluang penting bagi pengembangan ekonomi nelayan di wilayah kepulauan itu.

Ikan segar yang dikirim ke Jepang terdiri atas gurita dan ikan bayam. Pasokan ekspor ini berasal dari hasil perikanan Simeulue yang disiapkan melalui fasilitas gudang pendingin atau cold storage milik Pemerintah Kabupaten Simeulue. Fasilitas tersebut membantu menjaga kualitas hasil tangkapan sebelum memasuki proses distribusi internasional.

“Pengiriman ikan segar dari Pulau Simeulue ke Jepang mencapai enam ton. Ikan segar tersebut dari fasilitas gudang pendingin atau cold storage milik Pemkab Simeulue,” kata Kepala DKP Kabupaten Simeulue Supriman Juliansyah.

Gurita dan Ikan Bayam Memiliki Nilai Jual Berbeda

Ekspor enam ton ikan segar ini menunjukkan adanya permintaan pasar Jepang terhadap hasil laut dari Simeulue. Gurita menjadi komoditas dengan harga lebih tinggi, yaitu Rp124 ribu per kilogram. Sementara itu, ikan bayam dipasarkan dengan harga Rp30 ribu per kilogram.

Perbedaan nilai jual tersebut menggambarkan pentingnya pemilihan komoditas, penanganan pascapanen, dan pemenuhan mutu produk. Bagi pelaku usaha perikanan, kualitas ikan tidak hanya ditentukan ketika hasil tangkapan diperoleh, tetapi juga selama proses penyortiran, penyimpanan, dan pengiriman.

DKP Simeulue menempatkan mutu sebagai unsur utama dalam menjaga keberlanjutan ekspor. Produk perikanan yang akan dikirim ke luar negeri perlu mempertahankan kesegaran, kebersihan, serta kondisi yang sesuai dengan ketentuan pasar tujuan.

Karantina dan Cold Storage Menjaga Kualitas Ekspor

Sebelum dikirim ke Jepang, gurita dan ikan bayam menjalani proses karantina. Tahapan ini diperlukan untuk memastikan komoditas perikanan memenuhi persyaratan pengiriman, tetap higienis, bebas penyakit, dan layak dipasarkan di negara tujuan.

Keberadaan cold storage Pemkab Simeulue menjadi bagian penting dalam rantai pasok tersebut. Penyimpanan bersuhu dingin membantu mempertahankan kondisi ikan segar sejak dikumpulkan hingga siap diberangkatkan bersama mitra usaha.

Penanganan yang konsisten sangat menentukan daya saing produk perikanan di pasar internasional. Kesegaran hasil laut, pengaturan suhu penyimpanan, prosedur kebersihan, dan kelancaran distribusi harus dijaga secara berkelanjutan agar pembeli memperoleh produk sesuai standar yang dibutuhkan.

“Kualitas ikan yang baik membuat ikan dari Pulau Simeulue memiliki daya saing di pasar internasional. Kami terus mengingatkan pelaku usaha untuk tetap menjaga mutu ikan yang dipasarkan di pasar internasional,” kata Supriman Juliansyah.

Potensi Perikanan Simeulue bagi Nelayan

Pulau Simeulue berada di Samudra Hindia, sekitar 180 mil laut dari pantai barat Pulau Sumatra. Sebagai wilayah kepulauan terluar di Provinsi Aceh, Simeulue memiliki potensi kelautan dan perikanan yang penting bagi kehidupan ekonomi masyarakatnya.

Pengiriman ikan segar ke Jepang memperlihatkan bahwa hasil laut dari wilayah kepulauan dapat masuk ke pasar global apabila dikelola dengan standar yang memadai. Bagi nelayan, akses pasar ekspor berpotensi memperluas nilai ekonomi hasil tangkapan, terutama ketika mutu produk dapat dipertahankan dari laut hingga ke pembeli.

DKP Kabupaten Simeulue terus mendorong pengelolaan potensi perikanan agar memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat. Upaya tersebut diharapkan mendukung peningkatan perekonomian daerah, khususnya bagi nelayan yang menggantungkan penghasilan pada sumber daya laut.

“Pemerintah daerah juga berupaya untuk meningkatkan pengelolaan potensi perikanan tersebut, sehingga berdampak pada peningkatan perekonomian masyarakat, khususnya nelayan,” ujar Supriman Juliansyah.

Kabupaten Simeulue merupakan daerah pemekaran dari Kabupaten Aceh Barat yang berdiri sejak 1999. Wilayah ini terdiri atas 10 kecamatan dan 138 gampong atau desa, dengan jumlah penduduk sekitar 96 ribu jiwa.

FAQ Ekspor Ikan Segar dari Simeulue

Apa saja ikan segar dari Simeulue yang diekspor ke Jepang?

Komoditas yang dikirim dalam ekspor enam ton tersebut adalah gurita dan ikan bayam. Keduanya disiapkan dari fasilitas penyimpanan dingin milik Pemerintah Kabupaten Simeulue.

Berapa harga gurita dan ikan bayam dari Simeulue?

Gurita dijual dengan harga Rp124 ribu per kilogram, sedangkan ikan bayam memiliki harga Rp30 ribu per kilogram.

Mengapa cold storage penting bagi ekspor perikanan?

Cold storage membantu menjaga kesegaran dan mutu ikan sebelum pengiriman. Fasilitas ini penting agar produk perikanan tetap berada dalam kondisi yang sesuai selama proses distribusi menuju pasar internasional.

Bagaimana DKP Simeulue mendukung nelayan lokal?

DKP Simeulue mendorong pengelolaan potensi perikanan yang lebih baik agar hasil laut memiliki nilai ekonomi lebih tinggi dan manfaatnya dapat dirasakan masyarakat, terutama nelayan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *