Skip to content
Yellow Desk
Agustus 2, 2026
Uncategorized

Special Plan: Unhas Tingkatkan Literasi Risiko Finansial Bencana Pelajar di Selayar untuk Kesiapsiagaan Dini

James Thomas 4 mins read

Special Plan: Unhas Tingkatkan Literasi Risiko Finansial Bencana di Selayar Inisiatif Edukasi Bencana Berbasis Finansial Special Plan - Fakultas Matematika

Special Plan: Unhas Tingkatkan Literasi Risiko Finansial Bencana Pelajar di Selayar untuk Kesiapsiagaan Dini

Special Plan: Unhas Tingkatkan Literasi Risiko Finansial Bencana di Selayar

Inisiatif Edukasi Bencana Berbasis Finansial

Special Plan – Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Hasanuddin (Unhas) meluncurkan inisiatif untuk meningkatkan literasi risiko finansial bencana di kalangan pelajar Selayar. Program ini bertujuan membangun kesadaran masyarakat muda tentang pentingnya persiapan dana darurat sebagai langkah kesiapsiagaan dini. Dalam pelaksanaannya, ratusan siswa dari berbagai sekolah di Kabupaten Selayar diundang untuk berpartisipasi dalam pelatihan yang menggabungkan pendidikan bencana dengan aspek ekonomi. Dengan metode praktis, peserta diberikan wawasan mengenai cara menghitung kebutuhan pembiayaan bencana dan strategi pengelolaan dana secara kolektif.

Kesiapsiagaan menghadapi bencana bukan hanya tentang kemampuan fisik, seperti evakuasi atau pengungsian. Tapi juga melibatkan persiapan dana darurat yang mampu mengatasi dampak ekonomi akibat bencana. Special Plan ini dirancang sebagai bagian dari upaya FMIPA Unhas dalam menjawab tantangan keberlanjutan komunitas di daerah rawan bencana. Dengan menerapkan pendekatan holistik, program ini menekankan pentingnya pengetahuan finansial sebagai komponen utama dari manajemen risiko. Harapan besar ditempatkan pada generasi muda sebagai agen perubahan yang mampu membentuk kebiasaan kesiapsiagaan secara terencana.

Pendekatan Simulasi dalam Pelatihan

Pelatihan yang digelar di Selayar menggunakan metode simulasi perhitungan dana darurat desa sebagai bentuk praktik langsung. Peserta diberikan kesempatan untuk memahami proses alokasi dana dan mengestimasi kebutuhan pembiayaan bencana berdasarkan data historis. Metode ini bertujuan memicu pemikiran kritis serta kebiasaan berpikir terstruktur dalam menghadapi risiko. Dalam simulasi, siswa belajar menentukan besaran iuran yang adil bagi masyarakat, sehingga setiap individu bisa berkontribusi pada kesadaran kolektif.

“Dengan memahami risiko finansial bencana, masyarakat dapat merencanakan kebutuhan ekonomi lebih awal dan mengurangi kerentanan,” jelas Saaduddin, ketua tim pengabdian. Ia menekankan bahwa literasi risiko finansial adalah langkah penting dalam menciptakan masyarakat yang mandiri dan siap menghadapi ancaman alam. Sementara itu, Apriyani Dwi Cakra, salah satu peserta, menyatakan bahwa Special Plan ini memberikan wawasan baru tentang cara menggabungkan pengetahuan bencana dengan manajemen keuangan. “Saya sadar bahwa kesiapsiagaan bencana harus dimulai dari persiapan dana, bukan hanya kesadaran akan bahaya,” tambahnya.

Manfaat Program untuk Masyarakat Kepulauan

Dalam konteks kecamatan kepulauan yang rentan terhadap bencana alam, seperti banjir, gempa, atau tsunami, program Special Plan menjadi sangat relevan. Keberlanjutan ekonomi masyarakat lokal dipengaruhi oleh kemampuan untuk merespons situasi darurat secara cepat dan efektif. Dengan menambahkan aspek finansial ke dalam pendidikan bencana, Unhas membantu masyarakat mengurangi ketergantungan pada bantuan pemerintah setelah bencana terjadi. Selain itu, program ini juga meningkatkan daya adaptasi masyarakat terhadap perubahan iklim dan bencana yang semakin sering terjadi.

Pengetahuan tentang risiko finansial bencana berdampak signifikan pada keputusan pengelolaan keuangan sehari-hari. Misalnya, masyarakat lebih sadar untuk menyisihkan sebagian pendapatan sebagai dana darurat atau berpartisipasi dalam program tabungan bersama. Special Plan ini juga mengajarkan siswa bagaimana menghitung kebutuhan dana untuk kegiatan pemulihan pascabencana, seperti pembangunan infrastruktur atau penanggulangan krisis. Dengan demikian, program tidak hanya meningkatkan kesadaran akan risiko, tetapi juga mendorong tindakan konkret untuk membangun ketahanan ekonomi.

Kolaborasi dengan Institusi Lain

Upaya peningkatan literasi risiko finansial bencana di Selayar juga mendapat dukungan dari institusi pendidikan dan organisasi lain. PT Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku, misalnya, turut serta mendorong kesadaran bencana di sekolah-sekolah. Langkah ini membuktikan bahwa kolaborasi lintas sektor sangat penting dalam menciptakan masyarakat yang tangguh. Special Plan dari Unhas menjadi contoh bagaimana pendidikan bisa menjadi alat untuk mengubah mindset masyarakat terhadap risiko.

Kebutuhan literasi risiko finansial bencana tidak hanya terbatas pada wilayah Selayar. Di tingkat nasional, upaya serupa juga sedang digencarkan. Contohnya, 50 mahasiswa dari Universitas Negeri Medan (Unimed) yang diterjunkan ke Langkat untuk mendukung pemulihan pascabencana 2026. Program ini menunjukkan bahwa Special Plan Unhas adalah bagian dari gerakan nasional untuk mengurangi dampak bencana melalui pendekatan ekonomi. Dengan adanya pengetahuan ini, masyarakat tidak hanya lebih siap menghadapi bencana, tetapi juga mampu memulihkan kehidupan lebih cepat setelah kejadian.

Langkah Berkelanjutan dan Harapan Masa Depan

Kepiawaian FMIPA Unhas dalam menggabungkan pendidikan bencana dan literasi keuangan berpotensi menjadi model untuk wilayah lain. Special Plan ini tidak hanya mengajarkan siswa bagaimana menghitung dana darurat, tetapi juga membentuk kebiasaan berpikir jangka panjang. Kebiasaan ini sangat penting karena bencana seringkali memerlukan persiapan yang tidak terlihat secara langsung, tetapi sangat berpengaruh pada kehidupan setelah kejadian.

Program ini juga mengajarkan siswa bagaimana mengidentifikasi risiko finansial bencana yang terkait dengan kebutuhan spesifik masyarakat. Dengan pendekatan terstruktur, peserta pelatihan mampu memahami bahwa setiap bencana memiliki dampak ekonomi yang berbeda dan harus dipersiapkan secara proporsional. Special Plan di Selayar menjadi bukti bahwa pendidikan kesiapsiagaan bencana bisa lebih efektif jika dikombinasikan dengan pendekatan finansial. Dengan demikian, program ini tidak hanya meningkatkan kemampuan menghadapi bencana, tetapi juga membangun ketahanan ekonomi yang berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *