Skip to content
Yellow Desk
Juni 18, 2026
Uncategorized

Special Plan: Eksekusi Lahan Eks Hotel Sultan: 29 Petugas Terluka, 69 Orang Diamankan Polisi

Jennifer Miller 3 mins read

Special Plan: Eksekusi Lahan Eks Hotel Sultan, 29 Petugas Terluka, 69 Orang Diamankan Special Plan - Operasi eksekusi lahan dalam kerangka Special Plan

Special Plan: Eksekusi Lahan Eks Hotel Sultan: 29 Petugas Terluka, 69 Orang Diamankan Polisi

Special Plan: Eksekusi Lahan Eks Hotel Sultan, 29 Petugas Terluka, 69 Orang Diamankan

Special Plan – Operasi eksekusi lahan dalam kerangka Special Plan berlangsung ricuh di area eks Hotel Sultan, mengakibatkan 29 petugas terluka dan 69 orang diamankan oleh polisi. Operasi ini dilakukan untuk memastikan pemindahan aset negara berjalan lancar, meski menghadapi penolakan dari sejumlah massa.

Latar Belakang dan Tujuan Special Plan

Special Plan merupakan rencana khusus yang dirancang pemerintah untuk mempercepat proses eksekusi lahan yang telah diputus oleh pengadilan. Rencana ini diharapkan mampu meminimalkan konflik dengan menerapkan pengawasan ketat dan koordinasi antara lembaga pemerintah serta kepolisian. Selama eksekusi, 3.161 personel gabungan TNI dan Polri diterjunkan untuk menjaga ketertiban dan memastikan proses hukum berjalan aman.

“Dalam Special Plan ini, kami memastikan eksekusi lahan berlangsung secara profesional dan transparan. TNI-Polri ditugaskan untuk menjaga keamanan dan mengendalikan situasi di lokasi,” jelas Kombes Budi Hermanto, Kabid Humas Polda Metro Jaya, saat memberi keterangan kepada media pada Kamis (18/6).

Jalannya Operasi dan Konflik yang Terjadi

Eksekusi dimulai dengan pembacaan keputusan penyitaan oleh panitera pengadilan, yang dipantau oleh pihak terkait. Namun, massa yang hadir di lokasi menolak langkah tersebut dan memperlihatkan tindakan anarkis. Para petugas menghadapi serangan batu, serta kerumunan yang mencoba mengganggu proses.

“Massa mulai mengganggu ketertiban dengan melempar batu. Ada 26 petugas Polri yang terluka, 1 dari TNI mengalami cedera di pelipis, dan 2 warga sipil terkena dampak serangan tersebut,” tambah Budi, menjelaskan situasi yang terjadi saat operasi berlangsung.

Dalam upaya menenangkan situasi, petugas memberikan kesempatan untuk negosiasi sebelum menetapkan tindakan tegas. Namun, ketegangan terus meningkat hingga akhirnya 69 orang berhasil diamankan, dengan potensi penambahan jumlah pelaku yang masih bersembunyi.

Aksi Unjuk Rasa dan Dampak di Masyarakat

Eksekusi ini terjadi di tengah aksi unjuk rasa yang berkaitan dengan peringatan Hari Tani ke-65. Ratusan massa turut berpartisipasi dalam aksi tersebut, menyuarakan penolakan terhadap kebijakan ketenagakerjaan, termasuk sistem outsourcing. Aksi berlangsung di depan DPRD Jabar pada Jumat 29 Agustus 2025, dengan beberapa penyampaian tuntutan di sekitar lahan eks Hotel Sultan.

“Massa yang ikut aksi ini menilai Special Plan tidak adil, sehingga memperlihatkan kekacauan di lokasi. Kami telah mengamankan 69 orang yang diduga menjadi penggerak konflik,” ucap Budi, menegaskan bahwa penangkapan terus dilakukan untuk mengendalikan aksi yang memicu kegaduhan.

Pengamanan dan Langkah Pemulihan

Sebagai respons terhadap aksi anarkis, polisi mengambil langkah pencegahan dengan menambah jumlah personel pengawal hingga 9.498 orang. Massa yang terluka dan panik berhamburan ke berbagai arah, bahkan ada yang masuk ke dalam hotel untuk mencari perlindungan. Meski begitu, pihak kepolisian menegaskan bahwa semua tindakan telah sesuai dengan prosedur hukum.

Sebagian besar peserta aksi dipulangkan ke rumah masing-masing semalam, sebagai upaya memastikan pengamanan berjalan humanis. Kombes Budi Hermanto juga meminta masyarakat untuk tidak terpengaruh oleh berita yang beredar di media sosial, yang beberapa di antaranya menyebarkan informasi yang tidak jelas.

“Kami memastikan semua tindakan dalam Special Plan dilakukan secara proporsional dan berdasarkan fakta. Tujuannya adalah menjaga ketertiban serta mempercepat pemindahan lahan yang telah diakui oleh pengadilan,” pungkas Budi, menutup keterangan resmi terkait eksekusi yang terjadi pada hari itu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *